Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

Januari 1, 2009

Israel dan Iran : Ada Apa?

sumber dari : warnaislam.com
Pertanyaan
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kemarin ustadz ceramah dan saya hadir. Ada satu statemen ustadz yang menggelitik saya, yaitu ustadz katakan saat pesawat-pesawat Isreal menghabisi rakyat tak berdosa di Palestina, kenapa ya Iran yang selama ini dibangga-banggakan sebagai negeri yang kuat dan berani terhadap Israel, kok diam saja. Tidak ada serangan balasan dari Iran yang saya dengar.

Mohon ustadz jelaskan lagi, memang apa yang ustadz sampaikan itu jadi bahan pertanyaan yang menarik sekali. Bagaimana pendapat ustadz?
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ali
Jawaban
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang benar sekali bahwa kenyataan Iran tidak melakukan sesuatu yang berarti membuat banyak pihak menjadi bertanya-tanya. Sebab sesumbar Iran selama ini kan konon ingin mengalahkan yahudi. Iran juga mengaku punya senjata missil atau peluru kendali jarak jauh yang bisa diarahkan ke Israel.

Pendeknya banyak orang yang tidak kenal hakikat Iran, jadi terkagum-kagum. Apalagi pesona Ahmadi Nedjat yang selalu diekspose sebagai presiden yang adil, berani menentang barat, punya nyali kepada Israel dan bla bla lainnya.

Tapi memang semua itu jadi tidak ada artinya dan cenderung hanya pepesan kosong belaka. Karena saat kemarin pesawat-pesawat Israel memborbardir rakyat Palestina dengan bom, sampai ratusan nyawa tak berdosa melayang dan ribuan luka-luka, ternyata bukan hanya negara Arab saja yang diam seribu bahasa. Ternyata Iran yang selama ini sesumbar, bisanya cuma mengutuk dan mengecam. Tidak lebih. Dan ini sangat aneh.

Wah, kalau cuma mengutuk dan mengecam, orang kafir non muslim di seluruh dunia pun juga sudah melakukannya. Di Amerika latin, saya lihat banyak rakyat non muslim yang demo ke jalan mengutuk Israel.

Tapi negara sekuat dan seperkasa Iran yang selama ini banyak dielu-elukan pendukungnya, termasuk segelintir orang di Indonesia, ternyata bisanya cuma mengutuk. Lalu kemana tentara nasionalnya? Kenapa yang bergerak malah mahasiswa, bukan tentara terlatih?

Kalau cuma sekedar menurunkan mahasiswa yang turun ke jalan, kita di Indonesia juga sudah melakukannya.

Buat negara sehebat Iran, kalau cuma sekedar mengutuk dan mengecam, jelas-jelas terbukti bahwa ada hubungan gelap antara Iran dan Israel. Sangat patut dicurigai. Sebab di Irak jelas-jelas tentara bayaran milisi syiah itu didukung sepenuhnya oleh pemerintah Iran. Dimana tugas utama mereka adalah menyembelih muslim sunni. Dan kemana-mana Iran melakukan syi’ahisasi.

Kini ketika yahudi Israel kesetanan membunuh rakyat yang tak berdosa, sama sekali tidak ada aksi yang serius dari Iran. Tidak mengirim pasukan, tidak juga menembakkan peluru kendali jarak jauhnya.

Padahal kalau mau, apa susahnya tinggal pencet tombol kok. Saya sangat yakin tidak perlu semua missil dikirimkan, cukup satu saya, tapi yang gedean dikit lah, dijatuhkan tepat di jantung kota Tel Aviv, percaya deh bahwa Israel langsung minta ampun.

Sebab tentara yahudi itu terkenal pengecut, lawan anak-anak kecil Hamas saja ketakutan kok. Dan mereka juga stress berat tatkala tahu bahwa Hamas sudah bisa membuat petasan ‘janowe’ yang agak gedean dikit, yang kemudian disebut roket itu. Lumayan karena bisa terbang sejauh 25-an kilometer. Kira-kira jarak dari Depok ke Monas.

Baru roket-roketan begitu, yahudi di Palestina sudah kebakaran jenggot, dadanya sesak, pikirannya kacau, jantungnya mau copot, emosinya tidak terkendali. Pendeknya, persis fiman Allah :

Turhibuna bihi aduwwallahi wa aduwwakum (Dengan itu kamu dapat menakuti musuh Allah dan musuhmu)

Apalagi kalau yang ditembakkan berupa peluru kendali, missil, torpedo atau apalah istilahnya. Tidak perlu 100 biji, satu saja ditembakkan dan jatuh meledak di tengah-tengah kumpulan yahudi itu, pasti mereka ketakutan. Menjatuhkannya pas tengah malam menjelang shubuh, biar mereka tidak bisa tidur.

Bagaimana Dengan Aksi Solidaritas?

Wah itu sudah bagus, bagus sekali bahkan. Karena buat ukuran kita kita yang hidup miskin di negeri miskin dengan pemerintah serba korup ini, memang yang maksimal bisa kita lakukan cuma itu, tidak lebih.

Kita bikin acara munasharah, demo, pengajian akbar, orasi, takbir, bakar bendera Israel, nimpukin gambar Bush, galang dana dan ya sudah. Itu saja sudah lebih dari cukup.

Apakah yahudi Israel tahu? Kayaknya enggak deh. Lagian buat yahudi, urusan diteriaki sebagai bahlul, terkutuk, dan sumpah serapah lainnya, sudah kebal dan tidak mempan lagi. Mereka sudah biasa dicaci maki, bukan hanya oleh kita, tapi oleh semua orang.

Tapi bagi yahudi, semua itu (maaf) bullshit saja. Gak ngaruh, kata orang betawi. Mereka cuek bebek saja, tanpa rasa bersalah menembaki manusia tiap hari. Tidak harus menunggu insiden bombardir dengan pesawat tempur seperti sekarang ini. Karena tiap hari mereka sudah melakukannya. Hanya yang sekarang ini cukup bombastis.

Tapi percayalah, buat zionis Israel dan teman-teman dekatnya semacam USA dan lainnya, urusan itu sih biasa saja. Tidak ada kaitannya dengan keberadaan mereka di wilayah pendudukan.

Bahasa yang mudah dipahami oleh Israel itu cuma satu, yaitu kekerasan. Intinya mereka harus dibom biar bubar jalan grak. Kita ucapkan terima kasih kepada semua orang, muslim atau non muslim, di seluruh dunia, yang sudah memberikan doa, semangat, dana, obat, makanan dan semuanya. Termasuk juga sudah ikut puasa tidak makan McDonald, tidak minum Coca Cola, tidak pakai hape Nokia, juga tidak pakai kartu operator hape yang milik yahudi (lah emangnya ada yang bukan milik yahdui), tidak pakai sepatu Nike, tidak pakai ini dan tidak pakai itu. Terima kasih banyak atas semua itu.

Allah pasti membalas semua amal baik itu, Amin.

Tapi yang lebih dibutuhkan oleh muslim Palestina sekarang ini adalah roket yang bisa meledakkan Tel Aviv. Dan itu wajib hukumnya. Sayangnya satu-satunya yang punya roket seperti itu ya…cuma Iran.

Ngomong-ngomong Iran kemana ya? Kok nggak kelihatan? Halo halo bisa bicara dengan Iran… Jangan-jangan….wah

Wallahu a’lam bishsawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: