Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

November 11, 2008

Apakah Amrozi CS pahlawan Islam?

Filed under: Tanya - Jawab — Tag:, , , — iaaj @ 11:51 pm

dijawab oleh Ahmad Sarwat, Lc sumber dari warnaislam.com
Pertanyaan
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Maaf ustadz, itu pertanyaan yang timbul setelah melihat perlakuan saudara-saudara kita yang terkesan berlebihan dalam memandang proses eksekusi Amrozi CS, begitu juga setelah eksekusi. Di TV dapat kita lihat banyak sekali orang-orang yang mengusung jenazah Amrozi sehingga terkesan bak sedang mengusung jenazah pahlawan, dan sekali-kali saya dengar teriakan “Allahu Akbar” .

Saya berharap ustadz dapat memberikan pandangan, sehingga saudara-saudara kita bisa menempatkan dirinya diposisi yang benar dalam kasus eksekusi Amrozi CS ini?

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Akhi Jakarta
Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabrakatuh,
Kalau Amarozi dan kawan-kawan kemudian seolah jadi pahlawan yang dielu-elukan, dalam pandangan saya hal itu adalah sebuah akibat dari sikap mengulur-ngulur waktu eksekusi mati yang dilakukan sendiri oleh pihak penguasa.
Betapa tidak, sikap yang dilakukan penguasa memang benar-benar keterlauan, entah disengaja atau tidak. Kalau memang mau menembak mati, kenapa tidak dari dulu-dulu saja. Kenapa sudah ditentukan cara kematiannya, kuburannya, regu tembaknya, proses kematiannya, tapi para terpidana itu dibuat jadi ‘kancilen’ tidak jelas ujung pangkalnya.

Mereka dibuat menunggu-nunggu dengan sangat tidak jelas. Dan itu merupakan siksaan tersendiri, di luar siksaan pisik lainnya yang sudah mereka rasakan sebelumnya. Menunggu apakah jadi diberangkat haji apa tidak, itu saja sudah siksaan. Apalagi menunggu eksekusi mati, jelas lebih merupakan siksaan lagi.

Maka kalau sampai muncul rasa kasihan, yang kemudian menjadi rasa simpati dari sebagian kalangan, wajar saja. Jangankan Amrozi, ada TKW kita dibunuh di Arab sana, seolah juga jadi pahlawan tersendiri.

Benarkah Yang Diperjuangkan Amrozi?

Seandainya yang diperjuangkan Amrozi CS memang 100% benar, dimana semua pihak sepakat atas kebenaran perjuangannya, tentu tidak akan muncul polemik. Demikian juga kalau seandainya metode perjuangannya itu juga benar dan dibenarkan oleh semua ulama, pasti juga tidak muncul konflik.

Sayangnya, apa yang diperjuangkan dan bagaimana cara memperjuangkannya, masih menjadi polemik di tengah bangsa ini. Dan yang paling parah adalah para metodenya.

Okelah kalau niatnya mau mendirikan negara Islam versi mereka, mungkin banyak kalangan muslim yang setuju. Tegaknya daulah Islamiyah, apalagi khilafah, banyak yang punya wacana demikian.

Tapi yang parah justru bukan pada tujuannya, melainkan pada metode untuk mencapai tujuan itu. Kalau seandainya benar informasi bahwa Amrozi CS ingin mendirikan negara Islam lewat bom yang mematikan orang yang tidak bersalah, atau lewat serangkaian teror ini dan itu, atau lewat menghalalkan harta orang lain demi perjuangan, misalnya dengan merampok dan seterusnya, kalau memang informasi itu benar, maka jelas cara yang mereka lakukan tidak sesuai dengan syariat Islam itu sendiri.

Sebab Islam tidak bisa ditegakkan lewat pengeboman, teror, pembunuhan dan seterusnya. Ada pembagian yang jelas dan tegas antara haramnya kita menumpahkan darah kafir zimmi dan kewajiban membunuh kafir harbi di medan laga.

Rasanya kita perlu diskusi lebih panjang dengan Amrozi CS dan kelompok-kelompok sejenisnya tentang sisi hukum syariah dalam masalah ini. Mereka, Amrozi CS dan kelompok sejenisnya, mungkin perlu kuliah di bangku fakultas syariah dengan benar. Agar mereka jadi paham dan mengerti betul apa itu syariah Islam yang mereka perjuangkan, sekaligus tahu bagaimana dan dari mana kita mulai memperjuangkannya.

Analisa Versi Lain

Namun apa yang saya katakan barusan, jangan dulu dianggap sebagai jawaban satu-satunya. Mengingat urusan Amrozi CS ini kan kental nuansa intelijennya. Kita tidak pernah tahu siapa yang bermain di dalam kasus ini.

Maka jawaban kita hanya menduga-duga, semua serba boleh jadi, tidak ada yang valid dan tegas. Namanya juga operasi intelijen, mana ada intel kok ngaku?

Dalam dunia per-intelan, aksi-aksi semacam yang dilakukan Amrozi CS itu sangat sering dilakukan. Perasaan saya, Amrozi dan teman-temannya bukan aktor intelektualnya. Di belakang layar, sepertinya kok ada kekuatan lain yang mengatur semuanya.

Lalu Amrozi dan teman-temannya itu apakah direkrut, atau dijebak, atau diperdaya atau bagaimana, kita hanya bisa menduga-duga. Kalau melihat ketegaran mereka dalam menghadapi kematian, rasanya sih mereka memang sudah tebal keyakinannya akan konsep jihad dan syahadah fi sabilillah. Makanya mereka minta ditembak sambil tersenyum, tidak ada permintaan terakhir dan juga tidak pakai penutup wajah.

Bahkan ada wangi pada jasad mereka seperti yang dilaporkan, memang boleh jadi mereka adalah orang ikhlas dan lugu. Tapi belum jelas, apakah mereka memang berinisiatif sendiri ataukan mereka memang diperdaya, dijebak dan memang jadi korban tanpa sadar. Atau boleh jadi juga merupakan gabungan keduanya.

Kalau melihat cara yang mereka lakukan, mengebom pakai bahan bakar karbit, jelas sekali itu pekerjaan orang sipil yang kurang kemampuan iptek. Tapi kalau melihat sisa C-4 dan ledakan semi nuklir atau nuklir mini, jelas sekali ada keterlibatan kekuatan inteligen asing.

Apakah amal mereka diterima di sisi Allah, tentu hanya Allah SWT saja yang tahu. Sebab boleh jadi amal kita sendiri juga belum tentu diterima Allah. Boleh jadi memang Allah menerima ijtihad dan jihad mereka. Walau secara ijtihad, jihad denga cara-cara membunuh seperti itu tidak dibenarkan dalam syariah Islam. Tapi, boleh jadi memang mereka tidak melakukannya, sehingga mereka di sisi Allah memang tidak bersalah, kecuali mereka memang difitnah oleh penguasa, media dan juga kekuatan dunia.

Akses kita dengan mereka sangat dibatasi, sehingga tidak pernah terjadi dialog yang tegas, terutama dari sisi kajian syariah Islamiyah.

Beda dengan dahulu waktu masih ada jihad Afghan, banyak ulama yang turun tangan ikut memberikan ilmu dan semangat dalam jihad itu. Kitab Al-Jihadu fi Sabililah yang 2 jilid itu, tulisan Dr. Abdullah Qadiri Al-Ahdal, resmi menjadi kitab pegangan para mujahidin di Afghan.

Sebagian dari faksi mujahidin itu kemudian belajar syariah Islam secara formal di Peshawar, kota perbatasan Pakistan dan Afghan. Jadi bukan sekedar bermodal semangan jihad, tapi juga dengan modal ilmu syariah.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabrakatuh,

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: