Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

November 6, 2008

Nikahnya Pujiono dan Lutfiah Ulfa

Filed under: Seputar pemikiran islam — Tag:, , , — iaaj @ 10:33 am

sumber warnaislam.com
oleh : Ahmad Sarwat, Lc
Pertanyaan
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ustad Sarwat, rasanya kurang afdhol kalau tidak mendengarkan pendapat ustad tentang pernikahan Syech pujiono dengan Lutfiah Ulfa, yang masih berumur 12 tahun, yang belakangan menjadi perbincangan hangat di semua media massa.
Bagaimana pendapat Ustad mengenai pernikahan tersebut kalau ditinjau dari Syariah Islam dan Hukum Undang-Undang yang berlaku di negara kita?
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Suryono
Jawaban
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Pernikahan Pujiono atau Syeikh Puji memang banyak orang yang tidak memuji. Dari Ketua MUI, aktifis Komnas Anak, dan lainnya. Bahkan sampai ada yang menuduhnya sebagai pelaku pedofilia. Tentu saja banyak kalangan lain yang menolak tuduhan itu. Lalu ramailah media massa mengangkat masalah ini dengan segala pro-kontranya.

Namun yang menarik untuk dikaji, kenapa kasus ini sedemikian menggemparkan, ya? Cukup aneh dan terlihat ada beberapa hal yang tidak biasanya. Begini, seandainya yang melakukannnya bukan seorang yang dianggap mewakili kalangan muslim, orang biasa saja, kira-kira apakah masalahnya akan seramai ini?

Seseorang pernah memaksa saya untuk memberi komentar dalam masalah ini, lalu saya bilang saya tidak tertarik untuk berkomentar, karena hanya akan membuat masalah ini semaki runyam saja. Saya katakan, diamkan saja, nanti juga berhenti sendiri. Tapi orang itu ngotot saya harus berbicara, walau pun sudah berkali-kali saya bilang, saya tidak suka bicara masalah itu.

Kenapa begitu?

Ya, karena saya menganggap lebih kental nilai politisnya ketimbang kajian hukumnya. Ada kesan yang sulit ditepis bahwa kasus ini akan merembet ke penghinaan atau pendiskreditan sosok Rasulullah SAW. Sebab oleh banyak kalangan, beliau SAW sering juga dituduh sebagai pelaku pedofilia. Naudzbillah.

Sehingga ada kekhawatiran dari sebagian kalangan bahwa kasus ini menajdi semacam penggiringan opini untuk memperburuk citra Islam, khususnya sosok Rasulullah SAW, dengan cara mengekspose kebencian terhadap kasus pedofilia.

Itulah kenapa saya memandang, ini sih kerjaan orang-orang sakit hati yang memanfaatkan situasi, kebetulan kasusnya ada tokoh yang dianggap kiyai, punya pondok pesantren, dan hidupnya cukup ‘nyentrik’, lalu menikahi wanita yang berusia 13 tahun. Kemudian dianggap usia segitu masih di bawah umur. Maka blow-up media massa sedemikian kompak.

Para pakar hukum perkawinan juga ikut-ikutan berbicara. Yang lain sudah sampai tingkat mengutuk. Tidak tanggung-tanggung, sampai ibu Menteri pun ikut bicara.

Padahal setiap hari kita lihat berbagai kasus penyimpangan seksual di sekeliling kita. Mulai dari perbuatan sodomi, lesbianisme, seks di kalangan SD dan SMP, dan beragam jenis pemerkosaan. Menarik untuk kita tanyakan, kenapa tidak ada yang ribut-ribut dengan kasus-kasus ini?

Kenapa tidak ada gegap gempita pers yang meributkannya setiap saat? Kenapa tidak ada ibu Menteri yang ikut berteriak-teriak. Kenapa tidak ada pakar hukum yang ikut nimbrung? Kenapa tidak ada statemen dari para tokoh?

Seolah-olah homoseksual dan lesbianisme itu sesuatu yang normal, bermoral dan wajar. Sampai mereka punya club sendiri. Padahal seharusnya perbuatan itu seharusnya juga dianggap kebejadan, bukan? Kenapa hanya kasus pedofilia saja yang dianggap sebagai ketidak-normalan?

Kasus-kasus seperti itu setiap hari terjadi di sekeliling kita. Tapi bangsa ini biasa-biasa saja tanggapannya. Malah homoseks dianggap wajar, termasuk di Bali sampai ada pasangan hombreng yang menikah dan dapat surat resmi.

Apakah Pujiono pelaku Pedofilia?

Ada arus kuat di kalangan media sekuler untuk melakukan pengadilan lewat pers (trial by the press), setidaknya penggiringan opini bahwa apa yang dilakukan oleh Pujiono itu adalah sebuah kasus Pedofilia.

Pertanyaannya, kenapa harus ada penggiringan opini besar-besaran? Apakah karena kebetulan Pujiono itu beratribut kiyai? Apakah karena dia muslim? Apakah karena nanti bisa juga dikaitkan seolah-olah Islam itu membolehkan pedofilia? Apakah karena nanti bisa juga digiring kebencian orang kepada Rasulullah SAW, bahwa beliau menikahi Aisyah diusia 6 tahun?

Seharusnya, biarlah nanti para pakar yang akan menilai, apakah pernikahan Pujiono itu termasuk kasus kekerasan seksual kepada anak kecil. Tapi yang jelas, kasus ini bukan pemerkosaan dan bukan kekerasan. Sebab yang terjadi adalah pernikahan, dimana semua syarat dan ketentuan telah terpenuhi. Ada wali, 2 saksi, shighat, mahar dan sebagainya. Kecuali mungkin pelanggarannya adalah pada UU RI tentang Perkawinan yang meributkan masalah usia, tapi UU itu memang buatan manusia.

Dari segi syariat Islam, tidak ada ketentuan usia minimal dalam masalah pernikahan. Sebagaimana tidak ada ketentuan usia yang baku tentang kapan seorang wanita mendapat haidh. Bisa saja di usia 15 tahun, tapi banyak yang di usia 10, bahkan sekarang ini di usia 8 tahun pun sangat banyak. Selain itu faktor alam, cuaca, iklim, makanan, bangsa, ras dan keturunan juga kadang ikut menjadi faktor yang berpengaruh.

Maka syariat Islam tidak membatasi usia minimal pernikahan. Tapi bukan berarti Islam membenarkan bentuk kekerasan seksual kepada wanita di bawah umur. Tentu tidak demikian. Keduanya adalah dua hal yang berbeda. Seorang wanita di bawah umur yang dinikahi secara sah, tidak bisa secara serta merta dianggap telah disakiti secara seksual.

Jadi kesimpulannya, kasus Pujiono itu perlu didekati langsung ke orangnya, bukan dibahas di media, agar tidak menjadi bola panas dan liar. Yang jelas, kalau pertanyaanya syariat Islam punya batasan usia untuk menikah, jawabannya tidak. Namun bahwa Islam melindungi wanita dan anak-anak, jelas sekali dan tidak perlu dipertanyakan lagi.

Adapun tuduhan bahwa Muhammad SAW seorang pedofilia, dan apakah benar beliau SAW menikahi wanita di bawah umur, insya Allah ada pembahasannya sendiri nanti.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: