Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

Oktober 16, 2008

PEMERINTAH HANIYA: AL-QUDS DAN AL-AQSHA DALAM BAHAYA HAKIKI

sumber http://www.kispa.org
Gaza: Pemerintah Palestina pimpinan PM Ismael Haniya mengingatkan bahwa kota Al-Quds dan masjid Al-Aqsha adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar. Pemerintah meminta kepada pemerintah Arab dan negara-negara Islam untuk ikut serta dalam menghadapi kejahatan-kejahatan yang dilancarkan oleh Israel dalam rencana-rencana jahatnya yang ingin menghancurkan kiblat pertama umat Islam.

Statemen tegas itu disampaikan dalam sidang pekanan kemarin Selasa (14/10) yang membahas sejumlah masalah penting dalam bidang politik dan pemerintahan.

Pemerintah Palestina menegaskan dalam pernyataan yang diterima oleh Infopalestina bahwa apa yang terjadi di kota Akka di Tepi Barat berupa kejahatan Israel secara rasis terhadap warga Palestina dan politik pengusiran warga dari tanah air mereka. Pemerintah Palestina menghormati dan mendukung sikap rakyat di Akka yang teguh mempertahankan tanah ai mereka.

Pemerintah menegaskan bahwa politik Israel ini tidak akan menjadikan rakyat Palestina lari dan keluar dari tanah air mereka. Pemerintah mengajak kepada semua masyarakat internasional untuk menjaga rakyat Palestina di wilayah jajahan tahun 1948 terutama di kota Akka dari kekejaman Israel dan politik rasis mereka. Sebab rakyat Palestina juga merupakan warga dunia yang memiliki hak untuk dilindungi dengan undang-undang internasional.

Pemerintah Palestina mengisyaratkan bahwa yahudisasi kota Al-Quds dan pembangunan sinagog yahudi di dekat masjid Al-Aqsha menunjukkan adanya percepatan penguasaan Israel terhadap kota dan masjid itu.

Pemerintah Palestina kembali menegaskan sikap mereka memegang teguh prinsip untuk mempertahankan kota Al-Quds dan menolak segala langkah Israel untuk meyahudikan kota itu. Sebab penjajahan adalah hal yang batal dan tidak boleh kaidah manapun untuk mempertahankan keberadaan Israel di Al-Quds. Pemerintah Palestina mengingatkan bahwa Al-Quds dan masjid Al-Aqsha adalah garis merah yang tidak boleh dilampaui.

Pemerintah Palestina mengajak seluruh negara-negara Arab untuk meningkatkan kepedulian mereka terhadap kota suci dan bekerja menyelamatkannya dari kotoran gerakan Israel. Pemerintah menghargai konferensi Al-Quds yang dilakukan di Daha dengan pimpinan Amir negara Qatar, hasil konferensi yang dinilai sangat membela Al-Quds dan mewaspadai bahaya yang mengancam masjid Al-Aqsha.

Pemerintah Haniya menegakan bahwa masjid Al-Aqsha dan kota Al-Quds mengalami ancaman bahaya yang hakiki yang membutuhkan perlindungan dari negara-negara Arab dan Islam.

Pemerintah Palestina menghargai peran rakyat Palestina di Tepi Barat dan wilayah jajahan 1948 yang melakukan ribath untuk menjaga identitas kota dan masjid suci tersebut. pemerintah mengajak kepada warga untuk pergi ke masjid tersebut dan memakmurkannya dan menjaganya dari konspirasi Israel mendirikan sinagog yahudi di sana.

Soal dialog internal Palestina di Mesir yang sedang dilakukan Hamas dan Fatah, pemerintah Haniya berharap dialog itu serius dan berhasil. Pemerintah Palestina mengecam tindakan aparat keamanan di Tepi Barat yang menangkapi warga dan kader Hamas dan menutup lembaga-lemnaga sosial sebab hal itu merusak kondusif dialog di Mesir. (bn-bsyr/infopalestina/din)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: