Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

September 29, 2008

MUI: Jangan Tunda UU Pornografi

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharapkan pengesahan Rancangan Undang-Undang Tentang Pornografi menjadi Undang-Undang tidak terlalu lama ditunda

Hidayatullah.com—Pernyataan ini disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Haji Amidhan.
sumber hidayatullah.com
“Jangan ditunda-tunda dalam jangka waktu lama karena ini kan masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2008, sesuai jadwal DPR harus sudah menyelesaikannya pada bulan Oktober. Kalau ditunda akan semakin meresahkan,” kata Ketua MUI, Amidhan, di Jakarta, Kamis (25/9).

Amidhan berharap, DPR dapat menggunakan waktu yang ada untuk memperbaiki draf RUU tersebut berdasarkan masukan masyarakat yang disampaikan melalui uji publik di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku, dan DKI Jakarta.

Tentang penolakan beberapa kelompok masyarakat terhadap rencana pengesahan rancangan undang-undang tersebut Amidhan mengatakan, sebaiknya mereka menyampaikan pokok-pokok penolakannya supaya bisa menjadi masukan dalam penyusunan draf RUU.

“Kalau menolak sebaiknya bilang, pasal mana yang ditolak dan kasih masukan sebaiknya bagaimana supaya lebih baik. Kalau menolak mentah-mentah, itu apriori namanya,” katanya.

Amidhan juga meminta pihak-pihak yang menolak tidak membawa isu tentang RUU tersebut ke ranah politik.

Lebih lanjut dijelaskannya, RUU itu dibuat karena memang sudah mendesak dibutuhkan dan pembuatannya pun sudah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Peraturan perundangan yang ada seperti Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), UU Penyiaran dan UU Pers pun, kata Amidhan, selama ini belum bisa menjadi payung hukum yang memadai dalam upaya pemberantasan pornografi. “Penegak hukum selama ini menganggap KUHP belum cukup jadi payung karena terlalu umum dan sumir, demikian juga dengan undang-undang yang lain,” katanya.

Aturan perundangan tersebut juga belum memuat ketentuan tentang tindak pidana bagi korporasi yang memproduksi dan menyebarluaskan materi pornografi.
Oleh karena itu dia berpendapat, DPR sebaiknya menyempurnakan draf RUU Tentang Pornografi yang sudah bertahun-tahun digarap serta mengesahkannya sesuai jadwal yang ditetapkan. “Ini harus terus berjalan, tujuannya bagus. Generasi muda harus diselamatkan, jangan sampai kita semakin terpuruk karena masalah ini,” demikian Amidhan. [ant/gtr/www.hidayatullah.com]

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: