Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

September 5, 2008

Ramadhan, KPI Larang Acara Kebanci-bancian

sumber swaramuslim.com
Memasuki bulan suci Ramadan, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberi peringatan kepada semua stasiun televisi (TV). Mereka melarang penayangan acara yang berbau kebanci-bancian. Sebenarnya banyak kaum Muslim yang sudah muak dengan acara-acara televisi yang tak mendidik malah telah merusak generasi tersebut. Saatnya media kembali pada jalan yang benar.

“KPI dan MUI memberi peringatan kepada stasiun televisi untuk tidak menayangkan tayangan kebanci-bancian. Seperti reality show, komedi dan lawakan konyol yang biasa ditayangkan itu,” jelas Ketua KPI Pusat Sasa Djuarsa Sendjaja, Senin (1/9).

Sasa menambahkan, KPI dan MUI khawatir jika tayangan seperti itu terus dieksploitasi maka akan mempengaruhi anak-anak. “Bahkan dalam agama Islam, banci kan sebenarnya tidak boleh dan MUI telah mengeluarkan fatwa mengenai itu,” ucapnya.

Jika hal ini tidak mendapat respon positif, lebih lanjut Sasa menuturkan, KPI akan menjatuhkan sanksi administratif sampai ke pencabutan izin siaran terhadap stasiun televisi tersebut.

Sebelumnya, KPI juga telah memperingatkan sejumlah program acara yang populer di masyarakat seperti program Empat Mata, Extravaganza, Lenong Betawi serta sejumlah acara lain yang tidak sesuai dengan karakter dan kondisi sosial bangsa Indonesia.

Televisi Ibarat Sebilah Pisau
Media televisi ibarat pisau tergantung siapa yang mengendalikan, bisa berpotensi baik juga bisa berpotensi merusak. Saat ini, ketika sekularisme dipaksakan melalui sistem pendidikan dan media kepada generasi di negeri ini hanya menghasilkan generasi sekular. Berbagai langkah dan cara apapun ditempuh untuk mengejar popularitas dan uang tanpa memandang lagi halal dan haram.

Ide sekularisme adalah ide yang memandang pemisahan agama dari kehidupan. Ide ini sejak awal telah rusak, karena tidak sesuai dengan akan dan bertentangan dengan fitrah manusia. Banyaknya acara televisi, dan bukan hanya empat acara yang telah diperingatkan KPI ataupun acara kebanci-bancian, namun lebih dari itu seabrek acara merusak bertebaran di mata anak-anak dan generasi ini. Mulai dari acara konser musik dengan penonton campur baur antara laki-laki dan perempuan, acara mengumbar aurat, hingga acara mengajak dan penyajian seks bebas menjamur.

Bila generasi ini terus menerus disajikan acara yang merusak itu, tak aneh bila pergaulan generasi saat ini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Pergaulan bebas, perzinahan, pelacuran telah meningkatkan jumlah penderita HIV/AIDS, 6.022 orang dari 10.641 pasien terinfeksi virus HIV di Indonesia berumur antara 20 hingga 29 tahun semakin menjadikan negeri ini berada di ambang kehancuran.

Sudah selayaknya siapa pun dia, baik penguasa, para pemilik televisi, hingga masyarakat kembali kepada Islam dan meninggalkan segala hal yang merusak generasi ini. Yakinlah setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban ketika hidup sudah berakhir. Tidakkah semua pihak merenungkan Kalam Allah Swt berikut:

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. (TQS. Thaha: 124)

Peranan media dalam Islam sangat penting terutama untuk melakukan edukasi dan dakwah kepada Islam, berbeda dalam sistem sekular kapitalistik, media hanya mengeksploitasi manusia dengan menghalalkan segala cara. Takkan lama lagi, Khilafah Islamiyyah akan kembali memposisikan media sesuai dengan perannya. [m/okz/syabab.com]

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: