Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

September 5, 2008

MENGGUGAT SANG NABI PALSU

sumber swaramuslim.com
Oleh :Martin Jatinangor
imageHal pokok yang menjadi dasar atas ketetapan suatu hukum atau perundang-udangan adalah pernyataan syah dari pembuat hukum . Dalam hal ini Allah Subhanahu wa ta’ala telah mendeklarasikan pernyataan syah atas realese-nya sebuah produk hukum yang diperuntukan bagi umat islam dengan sabda -NYA “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu(QS 5:3)

Dalam memahami dienul islam(agama islam ) jangan hanya dipahami sebagai agama semata. Sebab, agama gambarannya hanya sekumpulan ritual, sedangkan dienul islam salah satu maknanya adalah undang-undang untuk mengatur hidup, baik yang hak maupun yang bathil. Islam adalah agama yang mengatur tentang hidup dan kehidupan manusia, peraturan atau perundang-usangan hidup dan kehidupan tersebut seluruhnya tertuang dalam kitab suci umat islam yang disebut Al-Qur’an.

Selanjutnya perincian lebih jauh tentang hukum islam seringkali disertai oleh hadits dari seorang nabi pembawa kabar tentang perudangan-undangan tersebut. Nabi atau utusan Allah sejatinya pembawa berita /khabar atau wakil manusia yang dipilih Allah untuk menyampaikan produk hukum yang dibuat Allah untuk manusia .

Dan tidaklah Kami mengutus rasul-rasul hanyalah sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan; tetapi orang-orang yang kafir membantah dengan yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyap kan yang hak, dan mereka menganggap ayat-ayat kami dan peringatan- peringatan terhadap mereka sebagai olok-olokan (QS 18:56)
Al-Qur’an mewartakan kepada umat islam bahwa nabi atau utusan Tuhan yang dikenal berjumlah dua puluh lima rasul serta ditutup dengan kenabian Muhammad Sellallahu allaihi wassallam .Umat islam sangat yakin bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci dan Nabi Muhammad s.a.w adalah rasul terakhir penutup para nabi.

Allah Subhanahu wa ta’alla menyatakan bahwa tidak ada perbedaan kasih sayang diantara nabi atau rasul-rasul yang pernah diutusnya . Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.
(QS 2:136).

Ayat tersebut menyatakan kasih sayang kepada para rosull/utusan-NYA , tanpa perbedaan Allah SWT memberikan pertanda sorang kenabian seperti nabi musa yang diberi sembilan mukjizat. Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Musa sembilan buah mukjizat yang nyata, maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir’aun berkata kepadanya: “Sesungguhnya aku sangka kamu, hai Musa, seorang yang kena sihir.”(QS 17:101).

Demikian juga dengan kenabian Isa Almasih yang diberi mukjizat oleh Allah SWT, Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.(QS 3 ;49)

Demikian pula dengan kenabian Muhammad saw yang diberi mukjizat oleh Allah SWT berupa Al-Qur’an yang tidak pernah berubah dari dulu hingga saat ini, juga mukjizat berupa kemampuan membelah bulan dengan izin-NYA , Telah dekat datangnya saat itu [maksudnya hari penghakiman]dan telah terbelah bulan, Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus.”, Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya(QS.54:1-3)

Kaum musyrikin mengganggap olok-olok akan mukjizat yang dimiliki oleh Nabi Muhammad dan berkata hal senda seperti yang dituduhkan musyrikin zaman nabi musa as pada penomena mukjizat yang dimiliki nabi musa tersebut , seraya mereka berkata “ini sihir yang nyata “. Senada dengan Daud Musa Pitkhok yang berkata, “Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur’an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur’an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya:

Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah.

Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu? Selang beberapa waktu keraguan Daud Musa Pitkhok terjawab oleh penelitian Ilmiah yang dilakukan oleh Astronot Amerika, pada sebuah diskusi di televisi Inggris, diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot yang menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar.

Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget dan berkata, “Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?” Mereka pun menjawab, “Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, “Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab, “Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!!

Presenter pun bertanya,
“Bagaimana kalian bisa yakin akan hal itu?” Mereka menjawab, “Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, “Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali”.

Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, “Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, “Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah … Maka aku pun berguman, “Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur’an dan aku baca surat Al-Qamar, dan … saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam .

Bukti kasih sayang Allah tidak membedakan setiap utusannya dengan diberi beberapa mukjizat sebagai pertanda kenabian. Mukjizat kenabian Muhammad saw telah diketahui/terbuktikan oleh para Astronot Amerika dan para pakar geologi . Untuk itu perlu pembuktian kebenaran dari seorang yang mengaku sebagai nabi melalui tanda-tanda berupa mukjizat yang dimiliki oleh seorang nabi . Untuk itu pula saya MARTIN –JATINANGOR dan umat islam seluruhnya menggugat untuk meminta bukti pada sang nabi Palsu (melalui kaummnya/umatnya ) sebuah pertanda kenabian , jika benar Mirza Gulam Ahmad adalah seorang Nabi, maka Allah tidak akan membedakan kasih saying-NYA. Tetapi bila kaum dari sang nabi palsu tersebut tidak bisa membuktikan mukjizat yang dimiliki oleh Mirza dan secara sepakat kaummnya mengakui tidak bisa membuktikan/menunjukan mukjizat yang diminta maka hukuman yang pantas adalah (menurut saya) mengacu pada sejarah nabi musa , Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Hai kaumku, sesungguhnya kamu telah menganiaya dirimu sendiri karena kamu telah menjadikan anak lembu (sembahanmu), maka bertaubatlah kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu; maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”(QS 2: 54).

Pengakuan adanya nabi setelah Nabi Muhammad merupakan pengikaran terhadap islam dan dipandang murtad maka sudah sepantasnya kondisi Mirza dan umatnya termasuk pada kaum yang keluar dari islam dan hukum-hukum islam serta dipandang sesuai dengan kondisi ayat tersebut diatas dan mendapatkan hukum yang sama dengan kaum nabi Musa alaissallam .Kontekstual dalam pengakuan Islam dikatakan “Aku bersaksi tiada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah SWT” . Tuhan dan Rasullnya (Allah SWT dan Muhammad saw) tidak bisa dipisahkan serta tidak bisa digantikan , oleh sebab itu jika ada orang yang mengakui sebagai nabi setelah kenabian Muhammad saw dan pengikutnya mengakui kenabian tersebut maka orang dan pengikutnya itu merupakan orang-orang yang bukan tergolong umat islam

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: