Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

September 5, 2008

DEKLARASI JAKARTA UNTUK AL AQSHA

sumber kispa.org
H. Ferry Nur S.Si, Sekjen KISPA
Email: ferryn2006@yahoo.co.id

Bertepatan dengan 39 tahun (21/8/1969) dibakarnya Masjid Al Aqsha oleh ekstrimis Yahudi Denis Rouhan, telah diselenggarakan Konferensi Internasional Al Aqsha yang diselenggarakan oleh Jamaah Muslimin (Hizbullah) di Jakarta, Kamis, 20 Sya’ban 1429 H atau 21 Agustus 2008.

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS: Al Israa’/17:1).
Konferensi yang bertemakan “Aksi nyata mengembalikan Masjid Al-Aqsha ke pangkuan muslimin”, menghadirkan sejumlah pembicara di antaranya: Prof. Dr. Hafidzi M.Nor (Palestine Centre for Excellence Malaysia), Abdul Ghani Samsudin (Presiden Sekretariat Himpunan Ulama Asia Tenggara), Fariz Mehdawi (Dubes Palestina), DR.Adhyaksa Dault, M.Si. (Menegpora), Yakhsyallah Manshur, MA. (Mudir ‘Aam Ma’had Al-Fatah Al-Islamy), dan Imaamul Muslimin Muhyiddin Hamidy.

Dalam konferensi yang dihadiri lebih dari tiga ratus tokoh mewakili para ulama, tokoh organisasi Islam, cendekiawan, para politisi, dan jurnalis, baik nasional maupun internasional dihasilkan DEKLARASI JAKARTA UNTUK PEMBEBASAN AL-AQSHA.

Deklarasi yang terdiri dari enam butir pernyataan menegaskan: Pertama, Mendukung seluruh Deklarasi Istanbul 2007, serta bertekad dengan mengharapkan ridho Allah untuk terus menjaga komitmen dan berjuang membebaskan Al-Aqsha dan mengembalikan Al-Aqsha ke pangkuan muslimin. Kedua, Menyeru segenap pemimpin Negara-negara Islam dan Organisasi Islam Dunia, serta tokoh dan cendikiawan muslim di dunia agar mendesak Israel untuk menghentikan usaha penggalian terowongan di bawah Masjid Al-Aqsha, serta mengembalikan otoritas Masjid Al-Aqsha ke pangkuan kaum muslimin.

Point yang Ketiga, Menyeru semua pimpinan Dunia Islam agar menekan zionis Yahudi untuk menghentikan aneksasi wilayah-wilayah pemukiman muslimin Palestina, serta upaya jahat Israel untuk menodai kesucian dan merusak bangunan Masjid Al-Aqsha. Keempat, Mengajak segenap umat Islam di dunia untuk bangkit dan shalat berjama’ah menyatukan langkah dengan segenap dana, jiwa dan seluruh kekuatan untuk membebaskan Al-Aqsha di bawah Pimpinan seorang Khalifah.

Pernyataan selanjutnya yaitu yang Kelima, Mendukung dialog antar pihak-pihak muslim yang masih berbeda pendapat, dalam memperjuangkan hak sipil dan kepimpinanan wilayah Palestina. Keenam, Menyepakati terbentuknya working group, yang terdiri dari tokoh ulama, cendikiawan, dan perwakilan muslimin, yang berkedudukan di Jakarta.

Selanjutnya working group tersebut akan bertugas: a. Mensosialisasikan atau menyadarkan kaum muslimin untuk membela dan membebaskan Al-Aqsha dari cengkraman zionis Israel. b. Mobilisasi seluruh dana dan kekuatan muslimin sedunia untuk pembebasan Al-Aqsha. c. Membuat roadmap pembebasan Al-Aqsha. d. Membangun jaringan kerjasama (net working) antar segenap muslimin sedunia. e. Melakukan usaha-usaha pemberdayaan muslimin Palestina, meliputi pendidikan, keterampilan, dan usaha-usaha lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan muslimin Palestina. f. Memfasilitasi pembentukan kelompok kerja serupa di negara-negara berpenduduk Islam di dunia.

Orang yang akan mampu membebaskan Masjidil Aqsha adalah yang bermentalitas sebagai Abdullah, sebagai hamba Allah SWT. Bukan hamba seks, bukan hamba kursi, bukan hamba jabatan, bukan hamba syahwat dan hamba-hamba lainnya. Tapi orang yang bermentalitas hamba Allah SWT.

Indikasi keberhasilan konferensi adalah ketika jumlah jamaah subuh di masjid menyamai ramainya jamaah shalat Jumat. Mustahil perjuangan bisa berhasil jika masih bercampur dengan kemunafikan.

Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).(QS: Al Israa’/17: 78)

Maka bertasbihlah kepada Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu subuh,(QS: Ar Ruum/30 : 17).

Semoga kita termasuk hamba Allah yang dapat membebaskan masjid Al Aqsha dari tangan kotor Zionis Israel dan sholat di dalamnya. Amin

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: