Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

Agustus 17, 2008

Hubungan Mesir-Hamas Kian Memburuk

sumber hidayatullah.com
Hubungan Hamas dan Mesir memburuk. Kelambanan Mesir membuka perbatasan ditengarai karena Mesir menilai Hamas sebagai ‘ancaman strategis’

Dalam sepekan terakhir, hubungan Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dan Mesir semakin memburuk. Ketegangan itu buntut dari masalah blokade Jalur Gaza yang dilakukan Israel dan keengganan pemerintah Mesi untukr membuka perbatasan Rafah bagi warga Gaza. Tidak biasanya Hamas mengeluarkan pernyataan keras terhadap Mesir yang menolak untuk membuka perbatasan Rafah. Kali ini Hamas langsung menuduh Mesir bekerja sama dengan Israel memblokade bangsa Palestina.

Salah satu Juru Bicara Hamas saat mengritik langkah pemerintah Mesir mengingatkan, sikap Mesir terhadap Hamas karena menilai gerakan ini masih satu rangkaian dengan Ikhwanul Muslimin (IM). Sebagaimana IM ditekan di Mesir, kini pemerintahan Hosni Mobarak juga ingin menekan Hamas di Gaza.

Berlanjutnya blokade Jalur Gaza akan menciptakan tragedi kemanusiaan di sana. Tekanan dan blokade yang terus berlanjut terhadap warga Gaza menguatkan opini publik dunia Arab dan Islam bahwa negara-negara Arab turut menambah kesulitan warga Palestina. Namun tampaknya sebagian kepala-kepala negara Arab tenang-tenang saja sekalipun tahu mereka menjadi bagian dari kejahatan Zionis Israel. Kelaparan, penyakit menular, tidak ada fasilitas medis memadai dan dokter merupakan pemandangan memprihatinkan yang biasa disaksikan di Gaza.

Kondisi memprihatinkan yang dihadapi warga Gaza dipersulit dengan sikap acuh tak acuh negara-negara Arab. Mesir sebagai negara Arab yang memiliki perbatasan dengan Gaza semestinya melihat masalah ini dari kaca mata kemanusiaan. Melihat kekerasan hati Mesir untuk tetap menutup perbatasannya, maka wajar saja bila Hamas mengeluarkan pernyataan keras mengritik sikap Mesir.

Kalangan politik menilai ada hubungan historis antara Hamas dan Ikhwanul Muslimin. Oleh karenanya mereka yakin sikap acuh tak acuh Mesir menyaksikan apa yang terjadi di Gaza muncul dari kekhawatiran semakin menguatnya pengaruh dan kekuatan Hamas di Jalur Gaza. Kenyataan bahwa Hamas semakin kuat di Gaza akan semakin menguatkan posisi IM di Mesir. Sementara warga Gaza menuntut Presiden Mesir, Hosni mobarak mengambil langkah berani menghadapi blokade Zionis Israel.
Kelambanan sikap Mesir membuka perbatasan Rafah muncul dari sikap Mesir yang menilai Hamas sebagai ancaman strategis bagi negaranya. Dengan kata lain, bantuan Mesir akan keberlanjutan blokade Gaza dan penolakannya membuka perbatasan Rafah berarti negara piramida ini punya kecenderungan sama dengan negara-negara konservatif Barat dalam rangka melemahkan kekuatan Hamas. [irb/atj/www.hidayatullah.com]

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: