Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

Juni 21, 2008

Studi kasus dan pelajaran dimonas

Filed under: Berita Islam — Tag:, , , , , , , , — iaaj @ 8:11 am

sumber swaramuslim.com
Oleh : Martin Jatinangor
Insiden monas 1 juni 2008 menyisakan konflik yang menyebar , para “jawara dungu siap mati “ membela apa dan siapa? Merasa didukung oleh sang ketua pengusung kebebasan beragama dan berkeyakinan , maka dilakukan latihan sebagai persiapan untuk menumpahkan darah sesama muslim.

Sebab – sebab terjadinya Insiden monas -untuk orang yang menyimak informasi sudah pasti tahu – menurut yang dikatakan oleh Abubakar salah seorang anggota kepolisian di Metro TV, berawal dari aksi ilegal (tidak mendapatkan izin kepolisian ) tentang perkumpulan masa yang bernama AKKBB untuk demo dan aksi berserikat dalam mendukung Ahmadiah , sementara pada saat yang bersamaan aksi syah (legal) ormas-oramas lain sedang berlangsung dalam melakukan demo tentang kenaikan harga BBM, dari kondisi itu maka munculah konflik .

Menurut pembuktian FPI dan TPM (Tim Pembela Muslim), AKKBB memulai insiden dengan memprovokasi FPI dan Laskar Islam pimpinan Munarman dengan meledeknya sebagai laskar kafir. Bahkan ada yang memuntahkan peluru dari pistol yang dibawanya, sehingga massa FPI dan Laskar Islam bukannya takut malah berang dan balas menyerang secara fisik.

Dalam acara dialoge di TV One , salah satu wakil dari anggota anti penistaan agama melihat adanya ‘design ‘, konflik yang terjadi antara FPI dengan AKKBB. Dari kronologis awal yang disebutkan penulis di atas, dikuatkan dengan pernyataan yang didukung oleh alat bukti berupa surat permohonan izin berdemonstrasi dari kepolisian yang ditolak serta surat atau ajakan dari AKKBB pada Jemaat Ahmadiah ,maka pernyataan salah seorang anggota anti penistaan tersebut sangat berdasar dan kuat , tidak hanya main tuduh .

Indikasi keterlibatan Pihak Asing
Satu hari setelah terjadinya Insiden Monas Kedubes AS di Jakarta langsung bereaksi, mengirimkan fax ke sejumlah media massa (02 Jun 2008). Isinya, mengutuk aksi kekerasan yang dilakukan oleh sebagian anggota FPI terhadap puluhan anggota masyarakat yang menghadiri undangan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (detikcom 03 Jun 2008).

Menurut penilaian Soeripto, anggota Fraksi PKS di DPR, pernyataan Kedubes AS itu sebagai bentuk campur tangan AS dalam masalah dalam negeri (Republika 04 Jun 2008).

Bagi yang paham, tentang pernyataan sikap Kedubes AS tersebut tidak hanya ditafsirkan sebagai adanya intervensi, tetapi menunjukkan indikasi adanya keterlibatan AS di dalam insiden Monas.

Artinya, pernyataan sikap itu merupakan bentuk tanggung jawab sang pemberi tugas terhadap anak buahnya yang terluka parah di lapangan Monas. Ini indikasi pertama.

Sebelum menyelenggarakan “aksi damai” tanggal 01 Juni 2008, aktivis AKKBB memasang iklan di beberapa media nasional, antara lain di Kompas edisi 30 Mei 2008 halaman 18, dan sebelumnya di harian Media Indonesia 26 Mei 2008 halaman 13.

Indikasi Kedua, Selain berisi ajakan untuk menghadiri apel akbar di Monas (Jakarta), 1 Juni 2008 jam 13-16 WIB, iklan tersebut memuat sejumlah nama (hampir 300-an nama) yang sebagiannya dapat dikenali sering mondar-mandir ke Kedubes AS di Jakarta,

Indikasi ketiga, bisa ditemukan pada materi iklan yang halus namun provokatif, seolah-olah benar namun keliru secara mendasar. Salah satu isi dari materi iklan tersebut Berbunyi “……Indonesia menjamin tiap warga bebas beragama. Inilah hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi……,” mungkin yang dimaksud dalam tulisan lengkapnya sebagai berikut ‘Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu”.

AKKBB melakukan provokative ,mereka menyisipkan kalimat “Tapi belakangan ini ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu”.

simak detailnya :
MARI PERTAHANKAN INDONESIA KITA!

Indonesia menjamin tiap warga bebas beragama. Inilah hak asasi manusia yang dijamin oleh konstitusi. Ini juga inti dari asas Bhineka Tunggal Ika, yang menjadi sendi ke-Indonesia-an kita. Tapi belakangan ini ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu dan mengancam ke-bhineka-an. Mereka juga menyebarkan kebencian dan ketakutan di masyarakat. Bahkan mereka menggunakan kekerasan, seperti yang terjadi terhadap penganut Ahmadiyah yang sejak 1925 hidup di Indonesia dan berdampingan damai dengan umat lain. Pada akhirnya mereka akan memaksakan rencana mereka untuk mengubah dasar negara Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi, dan menghancurkan sendi kebersamaan kita. Kami menyerukan, agar pemerintah, para wakil rakyat, dan para pemegang otoritas hukum, untuk tidak takut kepada tekanan yang membahayakan ke-Indonesia-an itu.

Marilah kita jaga republik kita.

Marilah kita pertahankan hak-hak asasi kita.

Marilah kita kembalikan persatuan kita.

Jakarta, 10 Mei 2008

ALIANSI KEBANGSAAN untuk KEBEBASAN BERAGAMA dan BERKEYAKINAN

Image and video hosting by TinyPic
Klik Gambar untuk memperbesar

Mari kita lihat kontektual kalimat dari pasal 29 ayat 2 dan sisipan propokasi yang mengatakan ada kelompok yang ingin menghapuskan hak mendasar.

1. Kalimat yang berbunyi “ negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing –masing “ ini berarti jika ada seorang penduduk indonesia yang belum beragama dan hendak menganut atau memeluk agama tertentu (yang diakui negara ) dipersilahkan , tidak boleh ada orang atau kelompok orang yang menghalang-halangi , negara menjamin akan hal itu , atau bila bunyi kalimat tersebut diartikan : jika ada seseorang yang sudah beragama (telah memiliki /memeluk agama ) tidak boleh dipaksa baik secara halus (dibodohi supaya murtad) apalagi secara dipaksa melalui ancaman tindak kekerasaan maka negara menjamin keamanannya . dan muslimin tentunya sangat setuju

2. Kalimat yang berbunyi , negara juga menjamin semua rakyatnya untuk “beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Kalimat “ beribadat menurut agama “ yang dimaksud diartikan tentunya beribadat menurut tatacara , pengakuan dan keimanan berlandaskan agama yang dipeluknya, misalnya seseorang harus melakukakan tatacara ,dan pengakuan serta keimanan secara islam dalam beribadah dan bertahuhid jika orang tersebut beragama islam , demikian pula dengan orang yang memeluk agama hindu & budha mereka harus melakukan apa yang di perintahkan secara agamanya yang dipeluknya dengan referensi kitabnya masing-masing atau doktrin agamanya . Para provokator pengusung kebebasan beragama dan berkeyakinan telah melakukan distorsi makna dari kebebasan beragama sebagai mana yang tertulis dalam pasal 29 ayat 2 UUD’45. Ada kekeliruan yang mendasar dari propaganda iklan oleh orang AKKBB tersebut , Pertama, Indonesia memang menjamin setiap warganya bebas menjalankan ajaran agamanya, namun bukan berarti setiap orang bebas membajak agama yang sudah ada.

Kedua, persoalan Ahmadiyah adalah persoalan akidah umat Islam, bukan hak asasi manusia. Bila mau dikaitkan dengan hak asasi, maka justru umat Islam yang hak asasinya dilanggar, karena sebagai warga negara umat Islam berhak mendapatkan ajaran Islam yang murni, berhak menjaga agamanya dari rong-rongan pemalsu agama, termasuk dari kaum anti agama. Oleh AKKBB, dibelokkan menjadi “memaksakan rencana untuk mengubah dasar negara Indonesia, Pancasila, mengabaikan konstitusi, dan menghancurkan sendi kebersamaan…” Artinya, pengusung anti Ahmadiyah dikatakan mau makar. Ini jelas tuduhan keji, finah tanpa dasar. Ini provokasi!

Ketiga, Ahmadiyah Qadiyan (JAI) sudah berada di sini sejak 1925, sedangkan Ahmadiyah Lahore empat tahun kemudian (1929). Di tahun 1936 Bung Karno (calon presiden pertama RI) pernah menuliskan sikapnya terhadap Ahmadiyah. Ia menyatakan, dirinya bukan anggota Ahmadiah, dan mustahil ikut mendirikan cabang Ahmadiah atau menjadi propagandisnya. Pernyataan itu disampaikan Bung Karno sebagai reaksi atas sebuah tulisan yang mengatakan bahwa BK adalah anggota JAI dan turut mendirikan salah satu cabang JAI di Sulawesi.

Di tahun-tahun itu (1925, 1929 dan 1936) belum ada Indonesia, karena proklamasi kemerdekaan RI baru terjadi pada tahun 1945. Di alam kemerdekaan, presiden pertama Republik Indonesia pernah melarang Ahmadiyah. Menurut Ridwan Saidi, pada zaman Bung Karno ada beberapa gerakan yang dilarang.

3. Kalimat yang berbunyi “Tapi belakangan ini ada sekelompok orang yang hendak menghapuskan hak asasi itu”. Pernyataan ini sangat tidak berdasar bersifat fitnah dan provokasi. Kasus Ahmadiah adalah masalah penistaan terhadap agama islam bukan masalah hak azasi , Ahmadiah telah berlaku mungkar , yaitu mengakui nabi setelah nabi Muhammad dan memeliki kitab suci yang disebut tazkirah bukan Al-Qur’an .

Ormas-ormas islam tidak ada yang berkehendak menghapus hak-hak seseorang terutama dalam beragama . Tidak ada paksaan dalam islam untuk masuk didalamnya.

Dengan adanya kasus disilang monas tidak boleh dengan serta merta dikatakan islam hendak menghapus hak-hak seseorang dalam beragama.

Islam adalah agama damai tetapi tegas , TEGAS jika ada diantara kalian yang menlihat suatu kemungkaran MAKA CEGAHLAH Dengan kedua tangan mu. Ada penafasiran tentang arti “kedua tangan “ yaitu dengan kekuasaan dimana sang pemimpin harus bisa mencegah kemungkaran dan kemaksiatan dengan kekuasaan ditangannya.

Dalam hal ini FPI telah melakukan pencegahan dengan melakukan mekanisme yang ada , sebelum dicegah dengan kedua tangan yang sesungguhnya dari para anggota FPI tersebut, kasus Ahmadiah telah dilaporkan melalui Bakorpakem pada pemerintah . Hingga pada akhirnya pememerintah menunda-nundas SKB tiga mentri sebagi bentuk penyelesaian masalah untuk kasus Ahmadiah tersebut . Hingga pada kesimpulan seorang awam ditingkat bawah (grass root ) , dan berasumsi pemerintah tidak mengindahkan apa yang telah umat islam laporkan hingga berujung pada kesepakatan bahwa kemungkaran tersebut harus benar-benar dilakukan oleh tangan-tangan anggota ormas-oramas islam .

Semua kasus atau kejadian harus dilihat secara menyeluruh dari awal adanya api hingga adanya asap. Tidak mesti melihat dari sisi korban yang ada , demikian pula orang yang mati tembak polisi tidak lantas disalahkan polisinya , karena yang mati ditembak itu adalah penjahat kelas kakap sering meresahkan masyarkat yang melakukan perlawanan waktu dilakukan usaha penangkapan .

Kasus silang monas perlu direnungi sebagai bahan pembelajaran oleh para pengusung paham liberal,sekular dan plurisme sebagai anggota dari AKKBB, yang selama ini mengganggap sebagian ormas islam cenderung anarkis. Jika kaum sepilis melihat kegiatan mencegah kemungkaran yang dilakukan dengan kedua tangan dari ormas-ormas islam itu dianggap sebagai anarkisme fisik, maka kaum sepilis sesungguhnya telah dan sedang melakukan anarkisme atau kekerasan pemikiran terhadap umat islam .Dampak yang ditimbulkan dari kekerasan pemikiran akan jauh lebih buruk dari pada kekerasan fisik . Jika kekerasan fisik dapat disembukan dengan waktu relative singkat maka dampak yang dilakukan oleh kekerasan pemikiran cendrung jauh lebih lama dan sangat sulit. Jika anda tidak percaya tanyakan pada orang-orang sepilis yang melakukan “rehabilitas “ pisiknya dirumah sakit selang beberapa saat insiden monas usai.

Tetapi kekerasaan pemikiran yang dilakukan dimulai dari Muhammad Arqoun hingga Ulil Absar Abdala dan mengalir pada generasi berikutnya tidak kunjunglebih baik bahkan cendrung menyebar dan mengakar bagaikan kangker ganas yang siap menjaring dan merusak pemikiran umat islam , dengan pahammnya kebebasan beragama hingga mengusung paham tuhan adalah pemilik semua agama. Apakah usungan itu tidak disebut mungkar dan jika anggapan tuhan adalah pemilik semua agama merupakan sebuah kemungkaran yang nyata berdasarkan kajian Al-Qur’an dan Ass-Sunah ,maka jangan disalahkan jika mencegah kemungkaran dan kesesatan dilakukan dengan tangan kuat orang islam lebih nyata dari pada pencegahan yang dilakukan oleh tangan yang berkuasa bersifat dusta.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: