Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

April 17, 2008

KENALI DIRIMU

disadur dari buku karangan
syech DR. AIDH BIN ABDULLOH ALQORNY

Kenali dirimu, artinya anda harus mengenali kelebihan diri yang telah diberikan oleh ALLOH SWT kepada anda. Kemudian anda mampu memfungsikan kemampuan tersebut sesuai dengan tempatnya, baik berupa ilmu, pekerjaan atau profesi. Hal ini karena setiap manusia pasti mengetahui bahwa masing-masing memiliki bakat dan keahlian dibidangnya.
Karakteristik manusia bermacam-macam, maka bagi orang yang berakal hendaknya mendalami bidang yang dirasakan paling mampu ia kuasai, karena setiap manusia akan dimudahkan oleh ALLOH SWT pada apa yang telah diciptakan untuknya, jika diantara para pembaca ada yang mengenali lebih jauh kehidupan sahabat Rasululloh SAW, maka akan memahami bahwa sahabat Rasululloh SAW juga memiliki profesi dan keahlian masing-masing.
Abu bakar misalnya, orang yang memiliki kekayaan yang melimpah, namun beliau juga tampil menjadi Khalifah dan memimpin dengan membawa keadilan, Zuhud, ikhlas dan jujur. Umar adalah seorang yang kuat di mata ALLOH SW, tegas dihadapan musuhnya, adil dalam mumutuskan hukum. Utsman adalah orang sangat lemah lembut, ahli melaksanakan shalat tahajjud dan gemar berinfaq disamping itu beliau juga bersifat pemalu dan lembut hatinya. Ali adalah orang yang sangat perkasa, pemberani dan orator yang sangat mendalami ilmu agama.
Ubai adalah pemimpin para penghafal Al-Qur’an, Muadz adalah imamnya para ulma, Khalid adalah ‘lambang kepahlawanan, Ibnu abbas adalah penerjemah Al-Qur’an, Hassan adalah pemimpin para penyair, Zaid bin Tsabit adalah orang yang paling terdepan dalam bidang faraidh dan Abu Hurairah adalah pemimpin dan pakar dibidang hadist.
Untuk itu carilah keahlian anda dengan mengenali kemampuan, kecintaan dan kecendrungan anda terhadap pekerjaan yang telah anda lakukan. Buku ini dapat mengajari hikmah dan kebijaksanaan, tetapi tidak bisa mencetak orang yang bijaksana. Orang-orang yang ahli dan pakar pada bidang-bidang tertentu, mereka tidak hanya belajar dari bangku sekolah saja, tetapi mereka juga telah menyelami pengalaman kehidupan.
Buku ini tidak bercerita tentang cara berenang tetapi hanya menunjukan teori-teori berenang dan tidak menyelamatkan orang orang yang tidak bisa berenang dan tenggelam. Cara berenang yang paling efektif adalah terjun langsung ke sungai dan belajar langsung disana. Sebagaimana pula seorang orator terkenal, dia bisa menjadi orator senior karena telah membaca berbagai macam buku tentang teknik berpidato, mempraktekan langsung ke atas mimbar dengan beberapa kali kesalahan dan kegagalan sampai kemudian berhasil. Dia terus mencoba dan berlatih sampai benar-benar memiliki keahlian dalam bidang tersebut.
Apabila anda mau menjadi orang yang ahli dalam bidang ilmu, pekerjaan dan profesi tertentu, maka ceburkanlah diri anda dan menyelamlah di dalam bidang tersebut. Cintailah bidang itu sampai pada kecintaan yang paling dalam, karena dalam masalah cinta pada manusia sangat beraneka ragam. Sebagaimana dikatakan oleh seorang penyair,
Sesungguhnya seorang yang mencintai dunia itu bermacam-macam,
Salah satunya adalah yang tidak menggantungkan kepada orang lain.
Jangan sekali-kali anda mengira bahwa kesuksesan akan disajikan begitu saja dihadapan anda diatas piring yang terbuat dari emas, karena sesungguhnya seburuk-buruk kemenangan adalah kemenangan yang dihadiahkan dan didapat dari pemberian orang lain.
Dan seburuk-buruk kemenangan adalah menangnya orang-orang yang bodoh,
Tanpa pemahaman kecuali berapa banyak ia menjual,
Berapa banyak ia mendapat keuntungan.
Namun kesuksesan yang sangat berharga adalah yang diperoleh melalui kerja keras, mengeluarkan keringat, air mata dan darah. Kesuksesan hanya bisa diperoleh dengan susah payah dan pengorbanan, sebagaimana dikatakan oleh abu thayyib,
Seandainya tidak ada hambatan, maka semua manusia akan menjadi pemimpin.
Orang dermawan akan menjadi faqir, dan pemberani akan menjadi pembunuh.
Manusia tidak akan menyukai orang yang gagal, karenanya orang yang gagal dipandang sebagai orang yang tercela. Sebagaimana dikatakan, “apabila unta itu terperosok, maka banyaklah aibnya”. Sebagian besar manusia tidak akan memberi penghargaan kecuali kepada orang-orang yang sukses. Mereka akan memandang kalian dengan pandangan yang khusu, apabial anda seorang yang pandai, berhasil, kaya dan dapat menyelesaikan masalah. Adapun orang yang gagal dan tidak mempunyai kelebihan, maka tidak akan dilirik oleh siapapun karena memang pada dasarnya tidak ada kelebihan yang bisa dilihat darinya.
Barangsiapa yang hina maka mudahlah kehinaan itu menghinggapinya,
Karena orang yang mati itu tidak merasakan sakitnya luka.
Untuk menjadi orang yang sukses anda harus mampu untuk dapat melalui jalan yang sulit sampai pada tujuan yang anda inginkan, “dan berjihadlah di jalan Alloh SWT dengan sebenar-benarnya jihad”. Jangan sekali-kali kemalasan menghinggapi diri anda, jauhilah sikap meremehkan, menunda-nunda pekerjaan dan panjang angan-angan, karena itu semua adalah senjata orang-orang yang merugi, “Mereka rela bersama orang-orang yang tidak mau berjihad”.
Sesungguhnya ALLOH SWT mencintai orang-orang yang berjihad dan membenci orang-orang yang lemah dan gagal, karena hasil yang paling lezat adalah yang diperoleh setelah mengeluarkan peluh dan keringat, tidur yang paling nikmat adalah karena lelah setelah melaukukan pekerjaan, dan rasa kenyang yang paling nikmat adalah yang didahului dengan rasa lapar. Ibarat mawar tidak akan mengeluarkan bau harumnya kecuali setelah diperas dan kayu harum tidak akan semerbak baunya kecuali setelah dibakar.
Seandainya bukan karean api yang membakarnya,
Kayu harum itu tidak akan mengeluarkan bau harumnya.
Sesungguhnya air yang menggenang itu akan menjadi rusak dan berubah rasanya, tetapi apabila air itu mengalir maka akan tetap bersih dan jernih. Sesungguhnya anjing yang tidak terdidik, maka binatang buruannya akan menjadi haram, tetapi sebaliknya anjing yang terdidik, maka binatang buruannya akan menjadi halal karena anjing itu telah melalui proses pendidikan dan pelatihan. Seorang penyari pernah berkata,
Engkau mengharapkan datangnya kemuliaan dengan harga yang murah,
Pastilah engkau tidak akan mendapatkannya.
Maka bersegeralah melakukan perbaikan diri sebelum habis masa umurmu, ketika tiada lagi kesempatan itu baik di waktu malam maupun siang.
Jangan katakana, masa kecil masih banya kesempatan,
Tetap renungkanlah bahwa banyak anak kecil yang telah dikubur.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: