Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

Agustus 19, 2007

Aturan Moral pun ditolak, Anggap Qur’an kitab suci paling porno

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam, Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 4:34 am

Kutipan:
JIL: Gus, ada yang berpendapat dengan adanya RUU APP dan sejumlah perda-perda syariat, Indonesia akan ‘diarabkan’. Apa Gus Dur setuju dengan pendapat itu?

Iya betul, saya setuju dengan pendapat itu. Ada apa sih sekarang ini? Ngapain kita ngelakuin gituan. Saya juga bingung; mereka menyamakan Islam dengan Arab. Padahal menurut saya, Islam itu beda dengan Arab. Tidak setiap yang Arab itu mesti Islam. Contohnya tidak usah jauh-jauh. Semua orang tahu bahwa pesantren itu lembaga Islam, tapi kata pesantren itu sendiri bukan dari Arab kan? Ia berasal dari bahasa Pali, bahasa Tripitaka, dari kitab agama Buddha. (lagi…)

Wawancara Gus Dur di islamlib.com

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam, Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 4:31 am

Pola pandang dan sikap yang terus menghargai perbedaan dalam kerangka keragaman etnis, budaya, dan agama di Indonesia, masih tetap manjadi ciri khas KH. Abdurrahman Wahid, mantan orang nomor satu di negeri ini. Kyai nyentrik yang akrab disapa Gus Dur itu, kembali mengingatkan pentingnya menolak penyeragaman cara pandang, sikap, maupun perilaku dalam beragama dan bernegara di negeri ini. (lagi…)

Fokus Persoalan: Al-Qur’an, Porno, dan Ayat tentang Menyusui

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam, Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 4:29 am

Yang jadi masalah utama dalam kasus ini adalah Gus Dur menganggap bahwa Al-Qur’an itu kitab suci paling porno di dunia. Alasannya, kata Gus Dur:

“Di Alqur’an itu ada ayat tentang menyusui anak dua tahun berturut-turut. Cari dalam Injil kalau ada ayat seperti itu. Namanya menyusui, ya mengeluarkan tetek kan?! Cabul dong ini. Banyaklah contoh lain, ha-ha-ha…”
(lagi…)

Agustus 8, 2007

Masalah Nikah Beda Agama

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam, Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 9:56 am

ditulis oleh : Hartono Ahmad Jaiz

Tim Penulis FLA Paramadina Membatalkan Syari’at Allah

Pada bagian ketiga dari buku Fiqih Lintas Agama terbitan Paramadina yang bekerjasama dengan The Asia Foundation dipampangkan judul Fiqih “Menerima” Agama Lain Membangun Sinergi Agama-agama. Dari judul itu saja saya membacanya merinding. Sebab yang dibangun di situ adalah sinergi agama-agama, yang hal itu tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad saw dan para sahabatnya. Yang ada, perintah Allah swt di antaranya dalam Surat Al-Kafirun. (lagi…)

FLA Memlintir Pernyataan Ibnu Taimiyah

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam, Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 9:56 am

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS At-Taubah: 29).
(lagi…)

Memainkan Ayat, Menirukan Nasrani

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam, Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 9:55 am

Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS Al-Baqarah/ 2: 62).

Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. (QS At-Taubah: 29). (lagi…)

Teologi Pluralis Propaganda Kekafiran Berkedok Al-Qur’an dan As-Sunnah

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam, Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 9:54 am

Kutipan/ ringkasan:

Fiqih yang inklusif dan pluralis pastilah lahir dari teologi dan paham keimanan yang pluralis pula.

Dalam upaya membangun fiqih pluralis tersebut, dalam bagian ini kita mencoba mengembangkan pijakan teologi pluralis dengan mempertimbangkan keragaman kebenaran yang dibawa oleh para nabi utusan Tuhan. (Fiqih Lintah Agama/ FLA, hal 18).
(lagi…)

Wijhah, Kiblat Masing-masing Umat

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam, Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 9:54 am

Titik Pusat Ajaran Pluralitas dalam Al-Qur’an?

Setelah kami tanggapi tentang dien (agama), syir’ah, dan minhaj yang dikemukakan orang-orang Paramadina, kini akan kami tanggapi tentang wijhah yang mereka angap sebagai arahan dari Allah SWT dan mereka jadikan bukti pluralitas agama, bahkan mereka sebut Titik Pusat Ajaran Pluralitas dalam Al-Qur’an dan All-Inclucive (lihat FLA, halaman 21). Padahal sama sekali tidak demikian. Berikut ini kutipan dari teks buku FLA terbitan Paramadina, selanjutnya tanggapan kami dengan mengemukakan ayat-ayat dan penjelasan Imam Ibnul Qoyyim. (lagi…)

Agama Islam dan Syir’ah Setiap Umat

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam, Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 9:52 am

Di sini akan dibahas tentang agama yang satu, yaitu Islam, dan setiap umat punya syir’ah (syari’at), minhaj (jalan), dan mansak (tatacara ibadah). Tentang agama yang satu, Islam, sejak nabi pertama sampai nabi terakhir Muhammad saw agamanya tetap Islam, walaupun syari’atnya berbeda-beda. (lagi…)

Kafir Ada Tiga Jenis

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam, Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 9:52 am

Kepercayaan inklusif dan pluralisme agama yang menyamakan semua agama, Islam disamakan dengan agama-agama lain, yang diusung oleh firqah liberal dan diberi panduan berupa buku Fiqih Lintas Agama; perlu dibantah kebatilan yang mereka usung itu di antaranya dengan mendudukkan siapa sebenarnya orang-orang kafir itu.

Kenapa harus didudukkan? (lagi…)

Fikih Paramadina Mengusung “Hak” Kafirin Menghadang Syari’ah

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam, Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 9:51 am

Maraknya artis dan sebagian orang yang nekad melaksanakan perkawinan silang antar agama dan banyaknya pejabat yang mengaku dirinya Muslim namun menghadiri upacara-upacara (ritual) agama lain serta mengucapkan selamat natal dan sebagainya, menjadikan Paramadina “punya dalih” untuk membuat fiqih yang mereka namai Fiqih Lintas Agama. Bagai pahlawan kesiangan, mereka menyatakan bahwa fiqih klasik tidak memecahkan persoalan masalah-masalah kekinian.
(lagi…)

Nurcholish Madjid Cs Memperkosa Ushul Fikih

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam, Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 9:50 am

Tragis benar. Dalam tulisan maupun ucapan, Nurcholish Madjid cs dari Paramadina sering mengemukakan hajat mereka, “memecahkan problem kekinian”. Fiqih klasik pun dikecam sebagai tidak mampu memecahkan problem kekinian. Dan bukan hanya Fiqih klasik yang dituduh dan dikecam, namun Imam Syafi’I mujtahid mutlak yang telah berjasa meletakkan dasar-dasar metodologi untuk fiqih yang disebut ushul fiqih pun dikecam-kecam. Kecamannya tak tanggung-tanggung. Ulama yang diakui dunia sepanjang sejarah itu telah dipersalahkan oleh Nurcholish Madjid cs sebagai orang yang mengakibatkan terjeratnya umat Islam selama 12 abad dalam kerangkeng metodologi yang diciptakan Imam Syafi’i. Sebegitu lantangnya dalam melontarkan kecaman dan pemojokan terhadap ulama terkemuka. Namun, di balik kegagahan orang-orang Paramadina dalam polah “kaduk wani kurang dugo” (terlalu berani dan tidak mengukur kemampuan dirinya) itu, apa yang mereka slogankan yakni “memecahkan problem kekinian” tinggal slogan kosong belaka. Pasalnya, mereka sendiri ketika bertarung dengan kelompok kecil di suatu ruangan saja sudah tidak mampu mempertanggung jawabkan perkataan mereka yang baru saja diucapkan, apalagi mempertanggung jawabkan teks yang mereka buat berupa buku yang mereka beri judul Fiqih Lintas Agama (FLA). Itulah peristiwa ketika Paramadina yang diwakili Dr Zainun Kamal dan Zuhairi Misrawi (kedua-duanya alumni Mesir) berhadapan dengan MMI (Majelis Mujahaidin Indonesia) yang diwakili M Tholib dan Halawi Makmun, di UIN (Universitas Islam Negeri, dahulu IAIN) Jakarta, Kamis 15 Januari 2004 dalam debat yang disebut diskusi dan bedah buku FLA yang dihadiri sekitar 150-an orang. (lagi…)

Masdar dan Zuhairi Diancam Mati, Swaramuslim Mensyukuri

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam, Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 9:47 am

Masdar Farid Mas’udi (50 tahun) dan stafnya, Zuhairi Misrawi, dua sosok nyeleneh yang tergabung dalam tim 9 penulis buku FLA (Fiqih Lintas Agama) pimpinan Nurcholish Madjid (Paramadina) diancam mati oleh Presiden PPMI (Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia) di Mesir. Ancaman mati yang mengakibatkan batalnya acara “Pendidikan Islam Emansipatoris” yang akan Masdar selenggarakan untuk mahasiswa Indonesia di Mesir 7-8 Februari 2004 itu disyukuri orang, di antaranya tersirat dari ungkapan-ungkapan di situs swaramuslim.
(lagi…)

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.