Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

Februari 4, 2007

APA YANG DISEBUT MUSHAF IBN MAS’UD DAN

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an, Prof. Dr. M.M al A'zami, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 5:15 am

Seperti dikatakan sebelumnya, Arthur Jeffery telah meneliti 170 jilid buku dalam mengumpulkan daftar ragam bacaan yang menghabiskan sebanyak sekitar 300 halaman dalam bentuk cetakan, memuat apa yang disebut mushaf milik sekitar tiga puluh orang ilmuwan. Dari jumlah ini ia mencadangkan 88 halaman guna mengupas ragam bacaan yang, menurutnya, bermula dari Mushaf Ibn Mas’ud, sedang 65 halaman yang lain dari Mushaf Ubayy. Sedang selebihnya (140 halaman) khusus membahas dua puluh delapan ilmuwan yang lain. Adanya ragam bacaan dengan urutan tinggi yang ditudingkan terhadap Ibn Mas’ud secara tidak wajar, membuat Mushaf itu menarik untuk diteliti dengan lebih mendalam; beberapa anggapan Jeffery mengenai mushaf itu sebagai berikut. (lagi…)

METODE PENDIDIKAN MUSLIM

Diarsipkan di bawah: Prof. Dr. M.M al A'zami — iaaj @ 5:14 am

Kitab suci agama Yahudi dan Kristen nyaris telantar oleh tangan orang­orang yang semestinya diharapkan jadi pembela setia. Jika dalam bab-bab sebelumnya kita bermaksud hendak membiasakan sikap kaum muslimin terhadap Al-Qur’an dan Sunnah, karena penghargaannya, mungkin mereka kurang mampu menikmati kepuasaan melainkan setelah membandingkan dengan Kitab Injil. Pembahasan secara mendasar mengenai metode pendidikan umat Islam dirasa perlu-sebuah ilmu unik dan tak ada yang menyaingi hingga hari ini serta amat penting dalam pemeliharaan Al-Qur’an dan Sunnah berlandaskan iman sesuai dengan kehendak Allah (lagi…)

PENYEBAB MUNCULNYA RAGAM BACAAN

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an, Prof. Dr. M.M al A'zami, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 5:13 am

Salah satu pintu gerbang masuknya serangan pihak Orientalis terhadap Al-Qur’an adalah membuat kekacauan terhadap naskah teks Al-Qur’an itu sendiri. Menurut perkiraan saya, terdapat lebih dari 250,000 naskah AI-Qur’an dalam bentuk manuskrip, secara lengkap maupun sebagian-sebagian, sejak abad pertama hijrah hingga hari ini. Kesalahan-kesalahan telah diklasifikasikan dalam lingkungan akademik pada dua kelompok disengaja maupun tidak, dan dalam koleksi manuskrip yang banyak ini sudah pasti dalam sekejap mata para penulis boleh melakukan kesalahan yang tidak disengaja. Ilmuwan yang membahas subjek itu tahu dan paham betul bagaimana susahnya kesalahan konsentrasi sesaat dapat membahayakan, sebagaimana dibicarakan secara gamblang dalam beberapa karya tulis berikut ini: (1) Ernst Wurthwein, The Text of the Old Testament, edisi kedua yang telah direvisi dan diperluas, William B. Eerdmans Publishing Company, Grand Rapids, Michigan, 1995; (2) Bart D. Ehrman, The Orthodox Corruption of Scripture, Oxford Univ. Press, 1993; dan (3) Bruce M. Metzger, The Text of the New Testament, Edisi ketiga, Oxford Univ. Press, 1992. (lagi…)

TULISAN & EJAAN BAHASA ARAB DALAM AL-QUR’AN

Diarsipkan di bawah: Prof. Dr. M.M al A'zami — iaaj @ 5:12 am

Kekeliruan yang menahun dan semakin banyak permasalahan yang di­hadapi negara-negara yang baru muncul mengakibatkan terjadinya perubahan secara dramatis dalam ketentuan ejaan, adanya mempertahankan keganjilan dari pengalaman masa lalu sedang ejaan lainnya akan jadi barang aneh atau kuno. Ini mengingatkan saya pada tahun 1965 ketika saya menyelesaikan program doktor saya di Cambridge. Saya ketemu dengan seorang mahasiswa muda dari Inggris yang mempelajari bahasa Arab untuk menjadi seorang ahli orientalis. Dia mengakui kesusahannya dalam mempelajari dan menguasai ejaan bahasa Arab, dan dia mendesak agar mengubah ejaan Arab ke skrip Latin-seperti halnya dengan bahasa Turki modern-yang membuatnya lebih mudah untuk dipahami. Saya menjawabnya dengan menyebtttkan kesusahan dalam suara a dalam bahasa Inggris, father, fat, fate, shape; dan u dalam put, but, penyebutan kata right dan write, dan bentuk kata kerja sekarang dan lampau read. Banyak lagi contoh yang bisa saya sebutkan dari pengalaman kesusahan saya dalam mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa ketiga. Dia beralasan bahwa ketidakteraturan ini disebabkan oleh beberapa kata dan sejarah perkembangannya, tetapi dia lupa untuk melihat bahwa bahasa Inggris tidak bisa dipertanyakan keanehan-keanehannya, dan begitu juga sama dengan apa yang terjadi dalam bahasa Arab. (lagi…)

SEJARAH ILMU TULISAN ARAB KUNO

Diarsipkan di bawah: Prof. Dr. M.M al A'zami — iaaj @ 5:12 am

Pembaca yang merasa kehausan ilmu mungkin bakal bertanya mengapa tulisan Arab kuno (palaeography) dan ejaan (orthography), yang tampaknya tidak ada kaitan dengan topik bahasan dapat menyelusup ke dalam buku ini? Jawaban akan semakin dapat dirasakan sekiranya kita kupas terlebih dulu definisi palaeography dan orthography. palaeography biasanya ditujukan pada kajian dokumen zaman dulu, walaupun saya gunakan di sini dalam artian lebih terbatas: kajian tentang skrip sebuah bahasa dengan fokus penekanan pada ejaan konvensional. Kebanyakan teori yang bergulir tentang palaeography Arab, berkaitan dengan asal-usul dan perkembangannya yang berakar pada kitab Injil; di mana saya hanya akan membahas bagian yang menarik dan tidak akan memberi peluang terlalu luas dalam buku ini. Tetapi teori ini mempunyai pengaruh kepada keutuhan Al-Qur’an semenjak mereka menyatakan bahwa bahasa Arab tidak mempunyai huruf alfabet di zaman Nabi Muhammad saw. (Mingana) bahwa perbedaan bacaan pada ayat-ayat tertentu – disebabkan kesalahan pada sistem ilmu tulisan Arab kuno palaeography (Goldziher); dan bahwasanya naskah Al-Qur’an itu ditulis dalam skrip Kufi pada abad kedua dan ketiga hijrah, tidak ada pada abad pertama hijrah (Gruendler). Guna menangkis argumentasi ini kita perlu membuktikan bahwa Kitab Suci Al­Qur’an masih tetap tak ternodai (lagi…)

PERKEMBANGAN ALAT PEMBANTU BACAAN

Diarsipkan di bawah: Prof. Dr. M.M al A'zami — iaaj @ 5:10 am

Sebelum membahas masalah yang lebih kompleks dalam ilmu tulisan Arab kuno (Arabic paleography) dan sistem tanda titik dalam bab yang akan datang, di sini kita hendak mengupas secara ringkas beberapa alat bantu visual dan perkembangan estetika yang dimasukkan oleh para penulis ke dalam Mushaf. (lagi…)

MUSHAF ‘UTHMANI

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an, Prof. Dr. M.M al A'zami, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 5:09 am

Selama pemerintahan `Uthman, yang dipilih oleh masyarakat melalui bai’ah () yang amat terkenal sebagai khalifah ketiga, umat Islam sibuk melibatkan diri di medan jihad yang membawa Islam ke utara sampai ke Azerbaijan dan Armenia. Berangkat dari suku kabilah dan provinsi yang beragam, sejak awal para pasukan tempur memiliki dialek yang berlainan dan Nabi Muhammad , di luar kemestian, telah mengajar mereka membaca AI-Qur’an dalam dialek masing-masing, karena dirasa sulit untuk meninggalkan dialeknya secara spontan. Akan tetapi sebagai akibat adanya perbedaan dalam menyebutkan huruf Al-Qur’an mulai menampakkan kerancuan dan perselisihan dalam masyarakat. (lagi…)

KOMPILASI TULISAN AL-QUR’AN

Diarsipkan di bawah: Prof. Dr. M.M al A'zami — iaaj @ 5:08 am

Meski Nabi Muhammad telah mencurahkan segala upaya yang mungkin dapat dilakukan dalam memelihara keutuhan Al-Qur’an, beliau tidak me­rangkum semua surah ke dalam satu jilid, sebagaimana ditegaskan oleh Zaid bin Thabit dalam pernyataannya, (lagi…)

REKAMAN DAN PENYUSUNAN AL-QUR’AN

Diarsipkan di bawah: Prof. Dr. M.M al A'zami — iaaj @ 5:06 am

1. Selama Periode Mekah

Kendati diwahyukan secara lisan, Al-Qur’an sendiri secara konsisten menyebut sebagai kitab tertulis. Ini memberi petunjuk bahwa wahyu tersebut tercatat dalam tulisan. Pada dasarnya ayat-ayat Al-Qur’an tertulis sejak awal perkembangan Islam, meski masyarakat yang baru lahir itu masih menderita berbagai permasalahan akibat kekejaman yang dilancarkan oleh pihak kafir Quraish. Berikut cerita `Umar bin al-Khattab sejak ia masuk Islam yang akan kita pakai sebagai penjelasan masalah ini: (lagi…)

PENGAJARAN AL-QUR’AN

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an, Prof. Dr. M.M al A'zami, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 5:05 am

Ayat pertama yang diwahyukan pada Nabi Muhammad adalah,
“Bacalah atas nama Tuhanmu yang telah menciptakan.”1

Tak ada bukti bahwa Nabi Muhammad pernah belajar seni menulis dan umumnya orang sepakat bahwa ia buta huruf sepanjang hayat. Sepotong ayat di atas memberi isyarat bukan tentang persoalan buta huruf, melainkan penting­nya pendidikan yang sehat bagi masyarakat di masa mendatang. Nabi Muhammad mencurahkan segala upaya yang mungkin dapat dilakukan dalam pengembangan pendidikan, manfaat serta imbalan para pelajar dan juga sanksi hukum bagi pengekang ilmu pengetahuan. Abu Huraira melaporkan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda, (lagi…)

WAHYU DAN NABI MUHAMMAD

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an, Prof. Dr. M.M al A'zami, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 5:04 am

Dari sejarah Islam kita akan melihat jejak risalah Nabi Muhammad, sifat dan kaitannya dengan ajaran para nabi terdahulu. Allah swt. menciptakan umat manusia dengan satu tujuan agar menghambakan diri kepada-Nya, meski la tidak memerlukan seseorang agar menyembah karena tidak akan menambah arti kebesaran-Nya. Tata cara penyembahan tidak diserahkan pada individu, namun secara eksplisit dijelaskan oleh para nabi dan rasul-Nya. Melihat bahwa semua rasul menerima tugas dari Pencipta yang sama, inti risalah tetap sama saja, hanya beberapa penjelasan praktis yang mengalami perubahan. Nuh (Noah), Ibrahim (Abraham), Isma’il (Ishamel), Ya’cub (Jacob), Ishaq (Isaac), Yusuf (Joseph), Dawud (David), Sulaiman (Solomon), `Isa (Jesus), dan banyak lagi yang tak terhitung, Allah mengutus dengan risalah yang ditujukan kepada masyarakat tertentu dan berlaku pada masa tertentu pula. Dalam perjalanan mungkin saja terjadi penyimpangan yang membuat pengikutnya menyembah berhala, percaya pada klenik dan khurafat, dan melakukan upaya pemalsuan. Kehadiran Nabi Muhammad, dengan risalah yang tidak tersekat dalam batas kebangsaan dan waktu tertentu, suatu kepercayaan yang tidak akan mungkin dihapus karena untuk kepentingan umat manusia sepanjang zaman. (lagi…)

SEKILAS TENTANG SEJARAH ISLAM DI MASA SILAM

Diarsipkan di bawah: Prof. Dr. M.M al A'zami — iaaj @ 5:03 am

1. Arab Pra-Islam

i. Kondisi Geo-Politik

Arab. Letaknya yang dekat persimpangan ketiga benua, semenanjung Arab menjadi dunia yang paling mudah dikenal di alam ini. Dibatasi oleh Laut Merah ke sebelah barat, Teluk Persia ke sebelah Timur, Lautan India ke sebelah selatan, Suriah dan Mesopotamia ke utara, dahulu merupakan tanah yang gersang tumbuh-tumbuhan di Pegunungan Sarawat yang melintasi garis pantai sebelah barat. Meski tidak banyak perairan, beberapa sumbernya terdapat di bawah tanah yang membuat ketenangan dan sejak dulu berfungsi sebagai urat nadi permukiman manusia dan kafilah-kafilah. (lagi…)

Blog pada WordPress.com.