Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

Desember 31, 2007

APA ITU ILTIFAT?

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an — iaaj @ 5:12 am

sumber www.alsofwah.or.id
Iltifat artinya mengalihkan Uslub (gaya bicara) dari satu arah ke arah yang lain.

Ada beberapa gambarannya, di antaranya:

1. Iltifat dari Uslub ghaib kepada Uslub mengajak bicara, seperti firman-Nya,

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ{2} الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ{3} مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ{4} إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ{5}

[Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (1) Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, (2) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (3) Yang menguasai hari pembalasan. (4) Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (5)] (lagi…)

November 26, 2007

Sinkronisasi Dugaan Kontradiksi Dalam al-Qur’an

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an — iaaj @ 5:22 am

sumber www.alsofwah.or.id

Yang dimaksud dengan at-Ta’aarudh (kontradiksi) adalah bertemunya dua ayat di mana indikasi salah satunya menolak indikasi pada ayat yang lainnya seperti, salah satu ayat berindikasi Itsbat (menetapkan) sesuatu sementara yang satunya lagi menafikan (meniadakan)-nya.
(lagi…)

Apa Itu Israiliyat??

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an — iaaj @ 5:19 am

sumber www.alsofwah.or.id

Israiliyat adalah berita-berita yang diambil dari Bani Israil, Yahudi (kebanyakannya) atau dari kalangan orang-orang Nashrani.

Berita-berita ini terbagi menjadi 3 kategori:

Pertama, Berita Yang Diakui Islam Dan Dibenarkannya (Ini adalah haq)

Contohnya, seperti yang diriwayatkan al-Bukhari dan periwayat selainnya, dari Ibn Mas’ud RA, ia berkata, “Seorang rabi Yahudi datang menemui Nabi SAW seraya berkata, ‘Wahai Muhammad, sesungguhnya kami menemukan bahwa Allah SWT menjadikan seluruh langit di atas satu jari, seluruh bumi di atas satu jari, pepohonan di atas satu jari, air dan tanah di atas satu jari dan seluruh makhluk di atas satu jari, lalu Dia berfirman, ‘Akulah al-Malik (Raja Diraja).’ Rasulullah SAW tertawa mendengar hal itu hingga tampak gigi taringnya membenarkan ucapan sang rabi tersebut, kemudian beliau membaca ayat, “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya pada hal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Dia dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS.az-Zumar:67) (lagi…)

Penulisan Dan Kodifikasi Al-Qur`an

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an — iaaj @ 5:17 am

sumber www.alsofwah.or.id

Penulisan dan kodifikasi (pengumpulan) al-Qur’an dilakukan dalam tiga tahapan:

Pertama, Pada masa Nabi Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam
Pada masa ini, lebih banyak bergantung kepada hafalan ketimbang tulisan karena daya ingat para shahabat sangat kuat, mereka sangat cepat dalma menghafal dan orang yang pandai tulis-baca langka serta terbatasnya alat-alat tulis. Oleh karena itu, pengkodifikasiannya tidak dimuat di dalam suatu Mushhaf akan tetapi siapa saja yang mendengar satu ayat, dia lalu menghafalnya atau menulisnya sebisanya pada pelepah korma, lembaran dari kulit, batu putih yang tipis dan tulang pundak (binatang), sedangkan para Qurrâ` (pembaca al-Qur’an dan penghafal) nya banyak sekali. (lagi…)

Seputar Makkiy Dan Madaniy

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an — iaaj @ 5:11 am

sumber www.alsofwah.or.id

A. Pengertian

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Shallallâhu ‘alaihi Wa Sallam secara terpisah selama 23 tahun dimana beliau lebih banyak menghabiskannya di Mekkah. Dalam hal ini, Allah Ta’ala berfirman (artinya),
“Dan al-Qur’an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian.” (Q.s.,al-Isrâ`:106) (lagi…)

Nama-Nama al-Qur’an -2

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an — iaaj @ 5:07 am

sumber www.alsofwah.or.id

11. Shidq, Tashdiq dan Mushaddiq (ÕÏÞ¡ÊÕÏíÞ æãÕÏÞ)

Allah menamainya dengan Shidq (Kebenaran), Mushaddiq (Pembenar) dan Tashdîq (Pembenaran) dalam 22 ayat dari al-Qur’an.

Allah Ta’ala menyinggung perihal ash-Shidq, memerintahkannya, menganjurkan dan mensugestinya di dalam 109 tempat. Dalam hal ini, tidak dapat diragukan lagi bahwa al-Qur’an al-Karim adalah simbol kebenaran, sumber, landasannya serta yang mengajak berbuat kebenaran dan mensugestinya. (lagi…)

Nama-Nama al-Qur’an -1

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an — iaaj @ 5:06 am

sumber www.alsofwah.or.id

Allah Ta’ala memberikan beberapa nama yang agung dan layak terhadap al-Qur’an, yaitu nama yang sesuai dengan kedudukan al-Qur’an itu sendiri yang mengesankan akan keagungannya.

Nama-nama tersebut berisi kandungan al-Qur’an, yaitu berupa rahasia-rahasia yang indah, tujuan yang mulia dan Maqâshid yang agung, hikmah-hikmah yang bijak, kisah-kisah yang mengagumkan serta hukum-hukum yang valid. (lagi…)

November 19, 2007

Apa Yang Harus Dilakukan Untuk Dapat Menafsirkan Al-Qur’an ?

Oleh
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Pertanyaan.
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : “Apa yang harus dilakukan untuk dapat menafsirkan Al-Qur’an ?”

Jawaban.
Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan Al-Qur’an ke dalam hati nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar beliau mengeluarkan manusia dari kekufuran dan kejahilan yang penuh dengan kegelapan manuju cahaya Islam. (lagi…)

Apakah Pemberian Sakl [Harakat Tanda Baca] Dan Titik Dalam Al-Qur’an Termasuk Bid’ah?

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an, Seputar pemikiran islam, Tanya - Jawab — iaaj @ 4:01 am

APAKAH PEMBERIAN SAKL (HARAKAT TANDA BACA) DAN TITIK DALAM AL-QUR’AN TERMASUK BID’AH ?
Oleh
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta

Pertanyaan.
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Sebagian ahli bid’ah berkata : “Bagaimana kalian bisa mengatakan bahwa semua bid’ah itu sesat ? (Kalau semuanya sesat) lantas apa yang dapat kalian katakan dengan pemberian sakl (harakat tanda baca) dan titik-titik dalam Al-Qur’an yang semuanya itu terjadi setelah masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ?” Bagaimana kita menjawab mereka ? (lagi…)

AL-QUR’AN MUHKAM DAN MUTASYABIH

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an — iaaj @ 3:59 am

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Bagian Pertama dari Dua Tulisan 1/2

Dilihat dari sisi pandang, muhkam dan mutasyabih, Al-Qur’an terbagi dalam tiga bentuk.
Pertama : MUHKAM
Umumnnya merupakan ciri Al-Qur’an secara keseluruhan, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala.
“Artinya : Alif Laam Raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu” [Huud : 1] (lagi…)

Februari 4, 2007

APA YANG DISEBUT MUSHAF IBN MAS’UD DAN

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an, Prof. Dr. M.M al A'zami, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 5:15 am

Seperti dikatakan sebelumnya, Arthur Jeffery telah meneliti 170 jilid buku dalam mengumpulkan daftar ragam bacaan yang menghabiskan sebanyak sekitar 300 halaman dalam bentuk cetakan, memuat apa yang disebut mushaf milik sekitar tiga puluh orang ilmuwan. Dari jumlah ini ia mencadangkan 88 halaman guna mengupas ragam bacaan yang, menurutnya, bermula dari Mushaf Ibn Mas’ud, sedang 65 halaman yang lain dari Mushaf Ubayy. Sedang selebihnya (140 halaman) khusus membahas dua puluh delapan ilmuwan yang lain. Adanya ragam bacaan dengan urutan tinggi yang ditudingkan terhadap Ibn Mas’ud secara tidak wajar, membuat Mushaf itu menarik untuk diteliti dengan lebih mendalam; beberapa anggapan Jeffery mengenai mushaf itu sebagai berikut. (lagi…)

PENYEBAB MUNCULNYA RAGAM BACAAN

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an, Prof. Dr. M.M al A'zami, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 5:13 am

Salah satu pintu gerbang masuknya serangan pihak Orientalis terhadap Al-Qur’an adalah membuat kekacauan terhadap naskah teks Al-Qur’an itu sendiri. Menurut perkiraan saya, terdapat lebih dari 250,000 naskah AI-Qur’an dalam bentuk manuskrip, secara lengkap maupun sebagian-sebagian, sejak abad pertama hijrah hingga hari ini. Kesalahan-kesalahan telah diklasifikasikan dalam lingkungan akademik pada dua kelompok disengaja maupun tidak, dan dalam koleksi manuskrip yang banyak ini sudah pasti dalam sekejap mata para penulis boleh melakukan kesalahan yang tidak disengaja. Ilmuwan yang membahas subjek itu tahu dan paham betul bagaimana susahnya kesalahan konsentrasi sesaat dapat membahayakan, sebagaimana dibicarakan secara gamblang dalam beberapa karya tulis berikut ini: (1) Ernst Wurthwein, The Text of the Old Testament, edisi kedua yang telah direvisi dan diperluas, William B. Eerdmans Publishing Company, Grand Rapids, Michigan, 1995; (2) Bart D. Ehrman, The Orthodox Corruption of Scripture, Oxford Univ. Press, 1993; dan (3) Bruce M. Metzger, The Text of the New Testament, Edisi ketiga, Oxford Univ. Press, 1992. (lagi…)

MUSHAF ‘UTHMANI

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an, Prof. Dr. M.M al A'zami, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 5:09 am

Selama pemerintahan `Uthman, yang dipilih oleh masyarakat melalui bai’ah () yang amat terkenal sebagai khalifah ketiga, umat Islam sibuk melibatkan diri di medan jihad yang membawa Islam ke utara sampai ke Azerbaijan dan Armenia. Berangkat dari suku kabilah dan provinsi yang beragam, sejak awal para pasukan tempur memiliki dialek yang berlainan dan Nabi Muhammad , di luar kemestian, telah mengajar mereka membaca AI-Qur’an dalam dialek masing-masing, karena dirasa sulit untuk meninggalkan dialeknya secara spontan. Akan tetapi sebagai akibat adanya perbedaan dalam menyebutkan huruf Al-Qur’an mulai menampakkan kerancuan dan perselisihan dalam masyarakat. (lagi…)

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.