oleh : Henri Salahuddin, M. A.
Wacana tentang pluralisme agama terus bergulir di Indonesia. Wacana ini dikait-kaitkan dengan soal “kerukunan antar-umat beragama”. Seolah-olah, dengan dianutnya paham itu oleh umat beragama, maka kerukunan antar umat beragama akan terwujud. Benarkah demikian? Apakah sebenarnya wacana pluralisme agama itu? Berkenaan dengan itu, peneliti INSIST, Henri Shalahuddin — pada Rabu, 26 Maret 2003 — mewawancarai cendekiawan Muslim, Dr. Anis Malik Thoha, yang kini menjadi dosen bidang perbandingan agama di International Islamic University Malaysia (IIUM). Dr. Anis memiliki kompetensi untuk menjelaskan masalah ini, karena alumnus International Islamic University Islamabad, Pakistan ini, memang menulis disertasi berjudul Ittijaahat al-Ta’addudiyyah al-Diniyyah wa al-Mauqif al-Islamiy minha. (lagi…)