Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

Januari 1, 2009

Israel dan Iran : Ada Apa?

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Tanya - Jawab — Tag:, , — iaaj @ 6:20 am

sumber dari : warnaislam.com
Pertanyaan
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kemarin ustadz ceramah dan saya hadir. Ada satu statemen ustadz yang menggelitik saya, yaitu ustadz katakan saat pesawat-pesawat Isreal menghabisi rakyat tak berdosa di Palestina, kenapa ya Iran yang selama ini dibangga-banggakan sebagai negeri yang kuat dan berani terhadap Israel, kok diam saja. Tidak ada serangan balasan dari Iran yang saya dengar.

Mohon ustadz jelaskan lagi, memang apa yang ustadz sampaikan itu jadi bahan pertanyaan yang menarik sekali. Bagaimana pendapat ustadz?
Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ali
Jawaban
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Memang benar sekali bahwa kenyataan Iran tidak melakukan sesuatu yang berarti membuat banyak pihak menjadi bertanya-tanya. Sebab sesumbar Iran selama ini kan konon ingin mengalahkan yahudi. Iran juga mengaku punya senjata missil atau peluru kendali jarak jauh yang bisa diarahkan ke Israel.

Pendeknya banyak orang yang tidak kenal hakikat Iran, jadi terkagum-kagum. Apalagi pesona Ahmadi Nedjat yang selalu diekspose sebagai presiden yang adil, berani menentang barat, punya nyali kepada Israel dan bla bla lainnya.

Tapi memang semua itu jadi tidak ada artinya dan cenderung hanya pepesan kosong belaka. Karena saat kemarin pesawat-pesawat Israel memborbardir rakyat Palestina dengan bom, sampai ratusan nyawa tak berdosa melayang dan ribuan luka-luka, ternyata bukan hanya negara Arab saja yang diam seribu bahasa. Ternyata Iran yang selama ini sesumbar, bisanya cuma mengutuk dan mengecam. Tidak lebih. Dan ini sangat aneh.

Wah, kalau cuma mengutuk dan mengecam, orang kafir non muslim di seluruh dunia pun juga sudah melakukannya. Di Amerika latin, saya lihat banyak rakyat non muslim yang demo ke jalan mengutuk Israel.
(lagi…)

Desember 15, 2008

Islam dan Jerman dalam Sejarah

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — Tag:, , , — iaaj @ 10:53 am

ditulis oleh Nugroho Fredivianus sumber dari warnaislam.com

Masih segar di ingatan kita beberapa bulan yang lalu kalangan Islam di seluruh dunia dibuat geram karena ulah sekelompok politisi menyelenggarakan “Anti-Islamification Congress” di Jerman. Pertemuan yang disponsori oleh kalangan sayap kanan beberapa negara Eropa tersebut diselenggarakan di kota Köln atau Cologne, kota terbesar ketiga di negeri itu. Tidak lama sebelum itu, kota yang sama juga diramaikan oleh rencana pembangunan Masjid Agung yang proposalnya telah disetujui oleh parlemen.

Gerakan penolakan muncul ditandai dengan terbentuknya aliansi Pro-Köln (Untuk Cologne) disingkat PK, yang beranggotakan beberapa aktifis politik setempat. Kekuatan politik lain yang tidak sepakat menyatakan bahwa PK adalah gerakan ekstrimis, mengusung rasisme dan disinyalir sebagai titisan dari Nazi yang ajarannya ‘diharamkan’ di Jerman. Tidak hanya itu, kalangan aktifis beraliran sosialis-marxis pun dengan tegas menolak diselenggarakannya acara tersebut. Mereka melakukan aksi terkoordinir dan mengajak elemen masyarakat untuk memboikot acara tersebut. Tertulis di salah satu situs marxisme, “they were aghast to discover that no taxi driver would take them to their destination, no restaurant honoured their table reservation and no hotel would give them keys to their rooms.”

“Mereka terperanjat karena tahu bahwa semua supir taksi tidak mau membawa mereka, tidak ada restoran menyediakan meja, dan semua hotel tidak mau memberikan kunci kamar untuk mereka.”

Bahkan kalangan kiri ini mengungkapkan apresiasinya terhadap sikap kubu Kristen Demokrat yang juga menolak agenda fasis tersebut. Walikota Cologne dari partai CDU (Christlich Demokratische Union Deutschlands) Fritz Schramma berpidato dengan lantang mengutuk dan menentang diselenggarakannya kongres di kotanya. Cukup menakjubkan mengingat CDU beberapa saat sebelumnya bersuara menolak pembangunan Masjid Agung di Cologne. (lagi…)

November 11, 2008

Meninjau Kembali Gerakan Religio-Politik Islam

Ditulis Oleh Hamid Fahmy Zarkasyi sumber INSIST

Pada tanggal 15-17 Oktober yang lalu Japan International Institute of International Affairs (JIIA) mengadakan simposium tentang Islam in Asia, Revisiting the Socio-Political Dimension of Islam. Acara ini khusus untuk menyoroti fenomena bergeliatnya politik umat Islam di Asia, pasca peristiwa dramatis 11 september 2001.

JIIA mengundang berbagai tokoh dari umat Islam yang dapat mewakili cara pandang umat Islam kebanyakan di masing-masing Negara. Simposium dibagi menjadi tiga sesi: Pertama tentang dimensi politik dalam Islam dalam kaitannya dengan demokrasi, sekularisme dan peraturan perundang-undangan (Rule of Law). Kedua meninjau peran dan partisipasi organisasi, kelompok dan partai Islam dalam politik negara yang memfokuskan pada studi kasus gerakan, organisasi dan kelompok Islam di beberapa Negara dengan fokus Indonesia, Mesir dan Singapore. Dan terakhir membahas tentang tingkat moderasi Muslim termasuk meninjau kelompok-kelompok radikal dan ekstrim dalam masyarakat Muslim.

Diskursus dalam simposium ini diarahkan untuk mengidentifikasi kelompok-kelompok dalam gerakan politik Islam baru kemudian mengkaji kelompok mana yang akan memimpin dimasa depan. Namun, dalam mengidentifikasi kelompok para peserta mempersoalkan klassifikasi umat Islam yang selama ini didominasi oleh terminologi dan stigmatisasi Barat.

Undangan dibatasi masing-masing Negara satu orang. Kecuali Malaysia, dalam hal ini IKIM (Institut Kefahaman Islam Malaysia) yang telah menjalin kerjasama dengan JIIA selama 10 tahun. Total peserta sekitar 30 orang itu terdiri dari 7 orang utusan Malaysia, 8 orang dari utusan universitas di Jepang dan 8 orang utusan Negara-negara. (lagi…)

Setelah Kemenangan Barack Hussein Obama

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — Tag:, , , — iaaj @ 11:42 pm

Ditulis Oleh Adian Husaini sumber dari INSIST

Rabu (6 November 2008) siang waktu Indonesia, Barack Hussein Obama akhirnya jadi Presiden Amerika Serikat ke-44. Dunia gembira. Sorak sorai di mana-mana. Tak sedikit yang mengucurkan air mata. Anak imigran berkulit hitam keturunan Afro-Amerika berhasil menjebol tembok rasialis yang kokoh tertanam 232 tahun sejak Amerika merdeka, 1776.

Tak terkecuali di Indonesia. Sejumlah stasiun TV menayangkan saudara-saudara dan kawan-kawan Obama yang bersuka cita, bangga, berurai air mata bahagia menyambut kemenangan Obama. Dia pun dapat julukan mentereng: ’anak Menteng’. Syahdan, dia pernah tinggal 3,5 tahun di Indonesia.

Ya, Obama membuat sejarah. Di Amerika dan di dunia. Umat Islam pun turut gembira. Sejumlah tokoh yang biasa muncul di media mengumbar kata-kata penuh harap. Obama akan beda dengan pendahulunya, George Bush, yang sering dijuluki sang pengumbar angkara. Obama akan mau bicara; bukan hanya mengumbar senjata.

Obama muncul ketika dunia sedang sakit. Amerika sakit. Eropa sakit. Indonesia juga sakit. Krisis ekonomi, kerusakan lingkungan, perang yang tiada henti, semakin membuat banyak penduduk bumi frustrasi. Cara apalagi yang bisa digunakan untuk menyulap dunia menjadi rumah damai? Banyak yang kemudian putus asanya. Patah arang. (lagi…)

Muhammadiyah dan HAM

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — Tag:, , — iaaj @ 7:35 am

Ditulis Oleh Adian Husaini sumber dari INSIST

Selasa (28 Oktober 2008) lalu, dalam sebuah acara pengajian di lingkungan warga Muhammadiyah, saya menerima sebuah buku berjudul Pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Berwawasan HAM (Buku Panduan Guru). Di dalam pengantarnya, buku ini dicanangkan sebagai buku wajib yang harus dipelajari oleh semua siswa dan guru di sekolah-sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Juga dikatakan, bahwa buku ini ”telah sesuai dengan prinsip dasar ajaran Muhammadiyah yang bersumber pada Al-Qur’an dan Al-Sunnah serta berlandaskan HAM.”

Disebutkan juga, bahwa naskah buku ini disiapkan oleh Maarif Institute for Culture and Humanity, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat yang didirikan oleh Prof. Syafii Maarif, mantan ketua PP Muhammadiyah. Direktur Program Maarif Institute mengakui, bahwa penerbitan buku ini juga didukung oleh New Zealand Agency for International Development (NZAID).

Karena ditulis sebagai buku wajib untuk seluruh siswa dan guru Muhammadiyah, maka tentu saja buku ini wajib dicermati. Sebagaimana umat Islam lainnya, warga Muhammadiyah sudah terbiasa menegaskan paham keagamaannya dengan berdasar kepada Al-Quran dan Sunnah. Untuk mempertegas metodologi dalam pemahaman Al-Quran dan Sunnah, ada yang memperjelasnya dengan tambahan: ’ala manhaj salafus-shalih. Maka, umat Islam akan merasa aneh ketika mendengar ungkapan, ”sesuai dengan Al-Quran dan Sunnah serta berlandaskan HAM.”
(lagi…)

Oktober 24, 2008

Antara Usman Bin Affan dan Faraq Fouda

sumber insistnet.com
Ditulis Oleh Adian Husaini
Tampaknya, ada sifat yang khas dari kaum liberal di Indonesia. Mereka senang dengan hal-hal yang nyeleneh dan asal beda dengan umat Islam pada umumnya. Orang Jawa bilang: yang penting Waton suloyo alias WTS atau asal beda. Jika umat Islam menolak Ahmadiyah, mereka malah mendukung Ahmadiyah. Umat Islam mendukung RUU Anti-pornografi, mereka justru menolaknya. Jika umat Islam mengecam perkawinan sesama jenis, mereka justru mendukungnya. Umat Islam menolak perkawinaan antar-agama, tapi mereka malah mempromosikannya.

Umumnya umat Islam membanggakan sejarahnya yang gemilang. Tapi, kaum liberal senang tampil beda. Mereka senang jika umat Islam malu dengan sejarahnya sendiri. Yang penting beda! Jika ada hal yang dianggap baru, dan datang dari kaum liberal di luar, lalu ditelan begitu saja. Yang penting liberal, dan sok kritis terhadap Islam. Ketika muncul seorang lesbian seperti Irshad Manji, maka mereka sambut dengan gegap gempita. Nong Darol Mahmada, aktivis liberal alumnus Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta menulis artikel di Jurnal Perempuan (nomor 58) berjudul: “Irshad Manji, Muslimah Lesbian yang Gigih Menyerukan Ijtihad.”

Kita pernah membahas, bagaimana naifnya pujian yang berlebihan terhadap Irshad Manji. Tapi, mereka tidak peduli. Setelah mempromosikan Irshad Manji, kini kaum liberal di Indonesia sedang gandrung dengan idola baru bernama Farag Fouda. Yayasan Wakaf Paramadina menerbitkan edisi kedua karya Farag Fouda berjudul Kebenaran yang Hilang: Sisi Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslimin. Judul aslinya adalah al-Haqidah al-Ghaibah. (lagi…)

Memuja Fouda, Menfitnah Sahabat

sumber hidayatullah.com
Buku Farag Fouda, doktor Ekonomi Pertanian Mesir, yang juga dikenal juru bicara kaum liberal “menghina” para sahabat. Anehnya mendapat pujian Syafi’I Ma’arif dan para guru besar UIN

Oleh: Asep Sobari, Lc.

Belum lama ini, Yayasan Wakaf Paramadina bekerjasama dengan penerbit Dian Rakyat menerbitkan edisi Indonesia sebuah buku berjudul “Kebenaran yang Hilang: Sisi Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslimin” , karya Farag Fouda (Judul aslinya: al-Haqiqah al-Ghaybah). Selanjutnya judul buku ini disingkat KYH.

Dari judulnya, bisa ditebak, buku ini mengangkat apa yang oleh penulisnya disebut sebagai sisi kelam dari sejarah Islam. Jika kaum Muslim menyebut zaman Khulafaurrasyidin sebagai masa yang ideal, maka Fouda meggambarkan sebaliknya. Menurut Fouda, zaman itu bukanlah masa ideal, tapi “zaman biasa”. “Tidak banyak yang gemilang dari masa itu. Malah, ada banyak jejak memalukan.” (hal.xv).

Mungkin karena itulah, kaum liberal di Indonesia sangat bergairah dengan terbitnya buku ini. Pada sampul depan ditulis pujian Prof. Dr. Azyumardi Azra yang dikenalkan sebagai Guru Besar Sejarah dan Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah. Terhadap buku ini, Prof. Azra berkomentar:
(lagi…)

Pledoi Munarman: Melawan Kedzholiman Tirani Minoritas

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — Tag:, , , , — iaaj @ 12:09 am

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (uca-pan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang Telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenang-kanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.” (At Taubah: 32-33)

Mengapa ayat ini perlu saya kutip dalam pembelaan ini…? Sebab ayat ini sangat relevan dengan sebab musabab dan latar belakang yang membuat saya sampai harus diadili di ruang sidang ini. Paling tidak dapat kita identifikasi dari terjemahan ayat tersebut di atas yaitu:

1. Adanya segelintir orang yang berkehendak untuk memadamkan cahaya (agama) Allah dengan ucapan-ucapan mereka.
2. Bahwa Allah telah mengutus RasulNya dengan membawa petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar. (lagi…)

Oktober 16, 2008

Legalitas ‘Israel’ di Atas Legalitas Palestina

sumber www.infopalestina.com
Dr. Abdussatar Qasem
Sejak dibentuknya Otoritas Palestina (OP) tahun 1994, di sana ada yang mencari-cari sebuah hukum Palestina dan berusaha menerapkannya. Awal mulanya tidak mudah, karena tidak mungkin menulis sebuah hukum secara cepat di antara pagi hingga petang. Maka waktu terus berjalan hingga sampai datang kesempatan menuangkan ide membuat menuangkan hukum dan mendirikan lembaga yang representatif bertugas membuat undang-undang dasar (UUD) berikut peraturan undang-undang lain yang mengatur semua aspek kehidupan. Bangsa Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza mulai tahun 1994 berpindah ke arah masa transisi, sebagaimana kondisi semua bangsa di dunia. Masa transisi ini terlihat ragu dan gamang serta tidak adanya kejelasan pandangan, dilalui dengan berbagai pengalaman antara benar dan salah.

Pemilu legislatif tahun 1996 adalah awal kebangunan institusi-institusi otoritas resmi bertanggungjawab mengurusi aturan legislasi, memenuhi tuntutan untuk menutupi kevakuman hukum yang bisa membuat kehidupan sehari-hari seorang penduduk sipil lebih gampang dan mudah. Akan tetapi persoalannya adalah tidak berjalan sesuai dengan standar-standar profesionalitas. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Palestina tidak menjalankan tugas dengan semestinya, karena alasan kinerja internal yang tidak optimal atau adanya tekanan dari pihak eksternal.

Prioritas untuk Menerapkan Oslo

Dari sisi realita, sesungguhnya prioritas adalah, dari dulu hingga detik ini, adalah menerapkan kesepakatan perjanjian Oslo berikut rincian-rinciannya, khususnya kesepakatan sementara Kairo tahun 1994 dan kesepakatan Taba tahun 1995. OP, sesuai kesepakatan-kesepakatan tadi, dibawah ujian terus-menerus dari ‘Israel’ dan Amerika Serikat. Maka konsekuensinya mereka harus menunjukkan komitmen dengan semua kesepakatan-kesepakatan tadi, dari sisi realisasi, jika ingin kewenangannya diperluas dan gelontoran dana dari negara-negara donatur bisa terus cair. Artinya, Oslo berikut rentetannya menjadi pihak yang paling unggul dibandingkan dengan semua keputusan-keputusan hukum internal Palestina. Ini juga berarti bahwa keberlangsungan OP sangat tergantung pada sampai sejauh mana sambutannya atas semua tuntutan luar, khususnya tuntutan keamanan.
(lagi…)

Akar Konflik Fatah dan Hamas

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — Tag:, , , , — iaaj @ 4:48 am

sumber www.infopalestina.com
Ibrahim Ghausah, Al-Majd Jordania
Akar konflik antara Fatah dan Hamas sesungguhnya berporos pada dua hal penting:
Akar histories; perbedaan muncul sejak munculnya gerakan Fatah tahun 1957 di Kairo dan di kalangan pelajar perguruan tinggi di tangan Yaser Arafat. Gerakan kemudian berpindah ke Kuwait. Saat itu Fatah menyerukan – menurut sebuah majalah Palestina yang terbit di Beirut – kepada pemuda Palestina untuk percaya diri dan memegang tampuk pembebasan Palestina. Seruan ini disampaikan di tengan arus gerakan nasionalisme seruan Nashr yang menfokuskan kesatuan Arab sebagai jalan pembebasan dan arus gerakan Islam yang menyerukan berdirinya negara Islam dengan jalan jihad dan membebaskan wilayah suci. Tujuan Fatah pada saat itu adalah membebaskan wilayah jajahan tahun 1948.

Gerakan Fatah mendasarkan diri kepada unsure-unsur aksi dan kedisiplinan dari pemuda Palestina dan memanfaatkan kondisi anti Ikhwanul Muslimin di tahun 1954 yang di antaranya adalah Khalil Al-Wazir, pemuda IM yang terjun di jihad Palestina dan Abdul Fattah Hamud, Muhammad Yusuf Najjar, Rafiq Natasyah, Salim Zaknu, Yusuf Amirah dan Muhammad Gunaim dan lain-lain.

Bersamaan dengan dibentuknya Organisasi Al-Ikhwan Palestina di Jalur Gaza tahun 1960 dan bangkitnya Ikhwanul Muslimin di Jordania (Tepi Barat dan Timur) hingga sebagian pemuda pindah ke Fatah, mulailah apa yang disebut pemisahan diri. artinya komitmen dengan manhaj Ikhwanul Muslimin atau manhaj Fatah. Inilah awal dari gesekan kedua gerakan ini. (lagi…)

PEMERINTAH HANIYA: AL-QUDS DAN AL-AQSHA DALAM BAHAYA HAKIKI

sumber www.kispa.org
Gaza: Pemerintah Palestina pimpinan PM Ismael Haniya mengingatkan bahwa kota Al-Quds dan masjid Al-Aqsha adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar. Pemerintah meminta kepada pemerintah Arab dan negara-negara Islam untuk ikut serta dalam menghadapi kejahatan-kejahatan yang dilancarkan oleh Israel dalam rencana-rencana jahatnya yang ingin menghancurkan kiblat pertama umat Islam.

Statemen tegas itu disampaikan dalam sidang pekanan kemarin Selasa (14/10) yang membahas sejumlah masalah penting dalam bidang politik dan pemerintahan.

Pemerintah Palestina menegaskan dalam pernyataan yang diterima oleh Infopalestina bahwa apa yang terjadi di kota Akka di Tepi Barat berupa kejahatan Israel secara rasis terhadap warga Palestina dan politik pengusiran warga dari tanah air mereka. Pemerintah Palestina menghormati dan mendukung sikap rakyat di Akka yang teguh mempertahankan tanah ai mereka.

Pemerintah menegaskan bahwa politik Israel ini tidak akan menjadikan rakyat Palestina lari dan keluar dari tanah air mereka. Pemerintah mengajak kepada semua masyarakat internasional untuk menjaga rakyat Palestina di wilayah jajahan tahun 1948 terutama di kota Akka dari kekejaman Israel dan politik rasis mereka. Sebab rakyat Palestina juga merupakan warga dunia yang memiliki hak untuk dilindungi dengan undang-undang internasional. (lagi…)

TENTARA ZIONIS TEMBAK TIGA REMAJA PALESTINA DI RAMALLAH

sumber www.kispa.org
Sejumlah remaja Palestina kembali menjadi korban peluru-peluru panas tentara Zionis Israel. Akibatnya, seorang remaja Palestina berusia 17 tahun gugur syahid dan dua remaja lainnya mengalami luka tembak.

Menurut aparat keamanan Palestina, tentara-tentara Zionis Israel yang ditempatkan di pemukiman Beit El dan kamp militer yang terletak di sebelah barat pinggiran kota Ramallah menembaki tiga remaja Palestina dari kamp pengungsi Jalazaoun, tak jauh dari kamp militer tersebut. (lagi…)

TEMBOK RASIAL ISRAEL DI AL QUDS AKAN MEMAKSA 125 RIBU WARGA PALESTINA HENGKANG

sumber www.kispa.org
Selvit – Seorang pakar geografi Palestina, Dr. Khalil Tafakji menyatakan bahwa tembok rasial Israel yang dibangun di sekitar kota Al-Quds akan memaksa 125 ribu warga Palestina hengkang dari kota suci Al-Quds.

Dalam talkshow di Selvit utara,epi Barat kemarin Senin (13/10) ia menyatakan bahwa tujuan utama dari pembangunan tembok rasial di sekitar Al-Quds adalah untuk mengusir 125 ribu warga Palestina sebab jika tidak di tahun 2040 warga Yahudi di sana akan menjadi minoritas.
Berdasarkan studi di Israel bahwa kondisi Al-Quds di tahun 2040 akan berubah dimana Palestina akan menjadi mayoritas sehingga Israel harus mempercepat pembangunan temboknya untuk menghalangi pertumbuhan penduduk ini. Pengusiran paksa oleh Israel itu juga dilakukan aksi penangkapan dan penjeblosan dalam penjara Israel.

Penghancuran tatanan masyarakat Palestina dengan cara melancarkan rencana hingga tahun 2020 untuk menguasai perkampungan Bab Zahirah dan membersihkan Palestina dari sana. Penghancuran itu dengan cara memecah belah bangunan inti masyarakat Palestina yaitu keluarga Palestina itu sendiri.
(lagi…)

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.