Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

September 29, 2008

MUI: Jangan Tunda UU Pornografi

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — Tag:, , , , — iaaj @ 3:12 am

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharapkan pengesahan Rancangan Undang-Undang Tentang Pornografi menjadi Undang-Undang tidak terlalu lama ditunda

Hidayatullah.com—Pernyataan ini disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Haji Amidhan.
sumber hidayatullah.com
“Jangan ditunda-tunda dalam jangka waktu lama karena ini kan masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2008, sesuai jadwal DPR harus sudah menyelesaikannya pada bulan Oktober. Kalau ditunda akan semakin meresahkan,” kata Ketua MUI, Amidhan, di Jakarta, Kamis (25/9).

Amidhan berharap, DPR dapat menggunakan waktu yang ada untuk memperbaiki draf RUU tersebut berdasarkan masukan masyarakat yang disampaikan melalui uji publik di Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku, dan DKI Jakarta. (lagi…)

Mengapa Mereka Benci RUU Pornografi?

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — Tag:, , — iaaj @ 3:06 am

sumber swaramuslim.com
oleh Abi waskito
Berita MetroTV petang, 18 September 2008, mengangkat diskusi ringan soal rencana pengesahan RUU Pornografi. Disana tampil anggota dewan yang anti RUU Pornografi dari Fraksi PDIP dan yang mendukung RUU dari Fraksi PAN. Untuk kesekian kalinya kita membuka halaman debat kusir soal RUU Pornografi (dulu RUU Anti Pornografi Pornoaksi). Tahun 2006 lalu Ummat Islam menggelar “Aksi Sejuta Ummat” di Monas menuntut RUU APP segera disahkan, tetapi realisasinya alot amat. Sebagian kalangan sudah gemas melihat perkembangan media-media pornografi, sementra yang lainnya oke-oke aja.

Untuk melihat perdebatan baru ini, kita perlu lebih jujur memahami konstruksi sikap orang-orang yang anti RUU Pornografi. Istilahnya, “Jangan ada dusta di antara kita.” Hal itu dimaksudkan agar kita tidak keletihan menghadapi alasan-alasan mereka yang terus diperbaharui itu. Ketika satu alasan dibantah, segera muncul alasan berikutnya, termasuk yang paling naif sekalipun.

Begitu terus berlangsung, setiap ada jawaban selalu ada alasan baru. (Kata anak-anak, capek deh!). Dengan memahami desain sikap mereka, akan membantu kita lebih konsisten dengan masalah ini. Semoga Allah Ta’ala memudahkan perjuangan Ummat. Amin.

Disini saya akan ungkap alasan-alasan kalangan anti RUU Pornografi. Sebagai tambahan, pihak-pihak yang menentang RUU itu tidak jauh dari komunitas PDIP, PDS, gerakan SEPILIS, seniman liberal, LSM anti Syariat Islam, Mbah Dur, komunitas gereja, media massa sekuler, dan semisalnya. (lagi…)

Kak Seto Tak Minta Dukungan Habib Rizieq Soal Fatwa Rokok

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — Tag:, , , , — iaaj @ 3:01 am

sumber hidayatullah.com
Tak benar Ketua Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, meminta dukungan Habib Rizieq, untuk mendukung wacana fatwa haramnya rokok. Yang benar, Habib Rizieq mendukung Kak Seto berantas rokok

Hidayatullah.com—Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, membantah telah meminta dukungan Ketua FPI, Habib Muhammad Rizieq Shihab untuk mendukung wacana fatwa haramnya rokok.
Sebelumnya, Kamis tanggal 25 September 2008, dalam berita berjudul “Kak Seto Minta Dukungan Habib Rizieq Berantas Rokok”. Situs www.hidayatullah.com sempat memberitakan seolah-olah Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi, datang dalam rangka meminta dukungan Habib Rizieq Shihab guna mendukung wacana fatwa haramnya rokok untuk melindungi anak.

Seto mengakui, dirinya memang telah melakukan kunjungan resmi kepada Habib Rizieq Shihab. Namun itu hanyalah silaturahmi personal tanpa ada pretensi untuk membicarakan hal-hal diluar silaturahmi.
(lagi…)

Kronologi Bentrok FPI-AKKBB : Banser Jakarta Tegaskan Tak Ikut Campur Perkara Ricuh FPI-AKKBB, Jadi Siapa?

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — Tag:, , , , — iaaj @ 2:52 am

sumber swaramuslim.com
Ketua Umum FPI Habib Rizieq menuding aktivis AKKBB Guntur Romli berada di balik penyerangan terhadap anggotanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. FPI melaporkan penyerangan ini ke Polda Metro Jaya.

“Pada hari ini saya meminta segenap kuasa hukum melaporkan wartawan Tempo Guntur Romli ke Polda Metro Jaya telah melakukan penghinaan etnis dan mengancam melakukan pembunuhan kepada Habib Ali,” kata Rizieq di Masjid Al Hikmah PN Jakpus, Jakarta, Kamis (25/9).

Rizieq menyebutkan, berdasarkan keterangan anggotanya, Guntur Romli membawa preman-preman yang dipersenjatai sejumlah barang seperti celurit dan menyerang anggota FPI yang sedang menghadiri sidang.
Sementara Habib Ali yang menjadi korban mengungkapkan, bentrokan itu bermula saat dirinya berpapasan dengan Guntur. (lagi…)

Wapres: RUU Pornografi Bukan Soal Dikotomi Agama

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — Tag:, , , — iaaj @ 2:47 am

sumber hidayatullah.com
Wakil Presiden Jusuf Kalla prihatin karena penyikapan RUU justru mengarah pada dikotomi agama
Hidayatullah.com–Wakil Presiden Jusuf Kalla merasa prihatin dengan kegaduhan yang terjadi akibat rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang Pornografi. Pasalnya, penyikapan RUU justru mengarah pada dikotomi agama.

“Lebih banyak kita tidak melihat secara utuh UU itu. Saya justru menjadi sangat prihatin. Jangan tiba-tiba ini dikotomi agama, seakan-akan Islam dan bukan Islam,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (26/9).

Pada RUU Pornografi, menurut Kalla, semua agama yang hadir di Tanah Air justru menyokong nilai-nilai moral yang terkait unsur pornografi. “Semua agama mempunya nilai moral untuk mencegah masalah moral,” katanya. (lagi…)

September 26, 2008

Habib Rizieq : Ada Upaya Adu Domba FPI dengan Banser

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — Tag:, , , , , — iaaj @ 6:55 am

sumber eramuslim.com
Tudingan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terhadap AKKBB sebagai penyebar adu domba sangat beralasan, hal itu dibuktikan dengan penemuan sebuah tas hitam milik kelompok berkaos hitam yang jatuh saat terjadi kerusuhan di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (25/9). Dalam tas kelompok penyerang itu ditemukan, buletin Kontras, buku tentang Gus Dur, dan didalamnya juga ada selembar kertas yang berisi nama-nama anggota Banser bayaran, yang jumlahnya ada 33 orang.

Tudingan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab terhadap AKKBB sebagai penyebar adu domba sangat beralasan, hal itu dibuktikan dengan penemuan sebuah tas hitam milik kelompok berkaos hitam yang jatuh saat terjadi kerusuhan di depan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (25/9). Dalam tas kelompok penyerang itu ditemukan, buletin Kontras, buku tentang Gus Dur, dan didalamnya juga ada selembar kertas yang berisi nama-nama anggota Banser bayaran, yang jumlahnya ada 33 orang.

“Dan jahatnya preman-premen ini sengaja diberikan kaos baru, dan sablonan baru bertuliskan Banser dan Gus Nuril, ini upaya adu domba antara FPI dengan Banser, saya sampaikan sekali lagi FPI dan NU bersaudara. Dan LPI dengan Banser bersaudara tidak ada satu kekuatan pun yang bisa mengadudomba kami,” ujar Habib Rizieq Shihab. (lagi…)

Rusuh Berawal Dari Provokasi AKKBB Acungkan Jari Tengah ke FPI

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — Tag:, , , , — iaaj @ 6:52 am

SUMBER eramuslim.com
Jumat, 26 Sep 2008 07:52 Hal ini diperkuat oleh Newsticker Stasiun Teve One kemarin yang secara berulang-ulang menyebutkan jika bentrok tersebut diawali oleh provokasi yang dilakukan AKKBB yang mengacungkan jari tengah ke arah massa FPI.

Peristiwa rusuh di depan Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat antara sekelompok preman yang pro-AKKBB melawan anggota Front Pembela Islam (FPI) berawal dari acungan jari tengah seorang preman kepada massa FPI yang akan menyemangati Habib Rizieq Syihab yang akan kembali disidang (25/9).

Hal ini diperkuat oleh Newsticker Stasiun Teve One kemarin yang secara berulang-ulang menyebutkan jika bentrok tersebut diawali oleh provokasi yang dilakukan AKKBB yang mengacungkan jari tengah ke arah massa FPI. Semua orang tahu, isyarat mengacungkan jari tengah merupakan isyarat yang sangat cabul dan kotor, sebab itu sangat wajar jika orang yang diacungkan tersebut akan marah. (lagi…)

September 13, 2008

“Worldview”

sumber www.insistnet.com
Ditulis Oleh Hamid Fahmy Zarkasyi
Adalah Samuel P.Huntington yang menamai konflik global sekarang ini dengan clash of civilization melalui bukunya berjudul The Clash of Civilization and the Remaking of the World Order (1996). Alasannya, sumber konflik ummat manusia saat ini bukan lagi ideologi, politik atau ekonomi, tapi kultural. Sebab semua orang kini cenderung mengidentifikasi diri dengan identitas kultural. Jika kultur atau peradaban adalah identitas, maka identitas peradaban itu sendiri adalah worldview. Jadi clash of civilization berindikasi clash of worldview.

Banyak yang tidak sepakat dengan Huntington. Mungkin karena superficial atau provokatif. Seakan berbeda budaya bisa berarti perang. Namun Huntington bukan tanpa pendukung. Peter Berger misalnya, setuju konflik politik sekarang ini adalah collision of consciousness (benturan kesadaran atau persepsi), kata lain dari clash of civilization. Tapi pilihan kata, clash dan collision memang vulgar, masih kalah lembut dari kata-kata al-Attas divergence of worldviews. Tapi benarkah kini sedang terjadi clash of civilization? (lagi…)

HAM dan Hak Menyalahi Aturan

Diarsipkan di bawah: Henry Salahuddin,MA, Seputar pemikiran islam — Tag:, , , , — iaaj @ 4:49 am

sumber www.insistnet.com
Ditulis Oleh Henri Shalahuddin
Bagi sejumlah kalangan liberal radikal, HAM selalu dijadikan tameng pembenar untuk mendobrak segala peraturan yang telah mapan. Meskipun pada dasarnya, tindakan anti kemapanan ini juga tergolong bentuk lain dari pemapanan. Dalam kehidupan beragama misalnya, HAM seolah-olah dijadikan hakim tertinggi untuk menilai validitas sebuah agama dan pembatas ruang geraknya, terlebih jika terkait dengan ruang publik. Sebab bagi kalangan liberal yang kafah, akal kolektif telah menggeser kedudukan Tuhan. Agama yang merupakan manifestasi ajaran Tuhan digugat oleh para pemikir post-modern dengan cara mereduksi makna nilai yang dipandang absolut oleh masyarakat, sehingga agama sebatas menjadi urusan individu.

Anehnya, cara pandang posmodernisme Barat seperti ini justru dikembangkan di perguruan tinggi Indonesia. Di acara Studium Generale Program Pascasarjana Departemen Sosiologi FISIP UI semester gasal 2008/2009, pada 4 September 2008 yang baru lalu, seorang profesor yang juga peraih International Women of Courage Award dari pemerintah Amerika Serikat, dalam makalahnya bertemakan: “Implementasi Hak Kebebasan Beragama di Indonesia: Suatu Telaah Sosiologis” secara tegas mengkampanyekan pandangan pemikir posmoderinis Barat terhadap agama.

Di awal makalahnya, dia mengkritisi akan keterbatasan agama sebagai dasar ideologi NKRI, lalu menyimpulkan sebagai berikut: “Memilih agama sebagai ideologi negara akan sangat problematik. Sebab, secara sosiologis, bicara soal agama berarti bicara soal tafsir, dan bicara soal tafsir pasti sangat beragam, tidak pernah tunggal. Problemnya, tafsir mana yang akan dipedomi pemerintah?”
(lagi…)

Keikhlasan dan Kepedulian dalam Dakwah

sumber www.insistnet.com
Ditulis Oleh Adian Husaini
Masih dalam rangkaian peringatan seabad Mohammad Natsir, pada 21 Agustus 2008 lalu diselenggarakan seminar tentang pemikiran Mohammad Natsir di Fakultas Tarbiyah IAIN Antasari Banjarmasin. Saya diminta menyampaikan makalah tentang Peran Mohammad Natsir dalam Integrasi Ilmu dan Agama. Seminar dibuka oleh Rektor IAIN Antasari, dan dihadiri kalangan sivitas akademika IAIN, khususnya dosen-dosen Fakultas Tarbiyah.

Mohammad Natsir lahir di Minangkabau, Sumatera Barat, 17 Juli 1908. Ia wafat di Jakarta 6 Februari 1993. Pendidikan Islam sejak kecil dengan orang tua dan lingkungannya. Pendidikan formal di HIS Solok, MULO (1923-1927), AMS di Bandung (1930). Ketika di Bandung itulah ia berkenalan dan menjadi murid sekaligus sahabat dari ulama pergerakan Islam, A Hassan. Orang sering mengenal Natsir sebagai tokoh dakwah dan politik. Tetapi, tidak banyak yang mengenal Natsir sebagai seorang tokoh Pendidikan Islam. Padahal, kiprahnya di bidang ini sangat fenomenal.
Sebelum menelaah kiprah Natsir di dunia pendidikan, adalah menarik jika menilik riwayat pendidikan Mohammad Natsir. Tahun 1916-1923 Natsir memasuki HIS (Hollands Inlandsche School ) di Solok. Sore harinya, ia menimba ilmu di Madrasah Diniyah. Tahun 1923-1927, Natsir memasuki jenjang sekolah MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) di Padang. Lalu, pada 1927-1930, ia memasuki jenjang sekolah lanjutan atas di AMS (Algemene Middelbare School ) di Bandung. (lagi…)

September 5, 2008

MENGGUGAT SANG NABI PALSU

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — Tag:, , — iaaj @ 9:40 am

sumber swaramuslim.com
Oleh :Martin Jatinangor
imageHal pokok yang menjadi dasar atas ketetapan suatu hukum atau perundang-udangan adalah pernyataan syah dari pembuat hukum . Dalam hal ini Allah Subhanahu wa ta’ala telah mendeklarasikan pernyataan syah atas realese-nya sebuah produk hukum yang diperuntukan bagi umat islam dengan sabda -NYA “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu(QS 5:3)

Dalam memahami dienul islam(agama islam ) jangan hanya dipahami sebagai agama semata. Sebab, agama gambarannya hanya sekumpulan ritual, sedangkan dienul islam salah satu maknanya adalah undang-undang untuk mengatur hidup, baik yang hak maupun yang bathil. Islam adalah agama yang mengatur tentang hidup dan kehidupan manusia, peraturan atau perundang-usangan hidup dan kehidupan tersebut seluruhnya tertuang dalam kitab suci umat islam yang disebut Al-Qur’an.

Selanjutnya perincian lebih jauh tentang hukum islam seringkali disertai oleh hadits dari seorang nabi pembawa kabar tentang perudangan-undangan tersebut. Nabi atau utusan Allah sejatinya pembawa berita /khabar atau wakil manusia yang dipilih Allah untuk menyampaikan produk hukum yang dibuat Allah untuk manusia . (lagi…)

DEKLARASI JAKARTA UNTUK AL AQSHA

Diarsipkan di bawah: Berita Islam, Seputar pemikiran islam — Tag:, , , , — iaaj @ 9:39 am

sumber kispa.org
H. Ferry Nur S.Si, Sekjen KISPA
Email: ferryn2006@yahoo.co.id

Bertepatan dengan 39 tahun (21/8/1969) dibakarnya Masjid Al Aqsha oleh ekstrimis Yahudi Denis Rouhan, telah diselenggarakan Konferensi Internasional Al Aqsha yang diselenggarakan oleh Jamaah Muslimin (Hizbullah) di Jakarta, Kamis, 20 Sya’ban 1429 H atau 21 Agustus 2008.

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidilharam ke Al Masjidilaksa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS: Al Israa’/17:1).
Konferensi yang bertemakan “Aksi nyata mengembalikan Masjid Al-Aqsha ke pangkuan muslimin”, menghadirkan sejumlah pembicara di antaranya: Prof. Dr. Hafidzi M.Nor (Palestine Centre for Excellence Malaysia), Abdul Ghani Samsudin (Presiden Sekretariat Himpunan Ulama Asia Tenggara), Fariz Mehdawi (Dubes Palestina), DR.Adhyaksa Dault, M.Si. (Menegpora), Yakhsyallah Manshur, MA. (Mudir ‘Aam Ma’had Al-Fatah Al-Islamy), dan Imaamul Muslimin Muhyiddin Hamidy. (lagi…)

Teologi Apologetik dalam Membaca “Kitab Suci”

sumber swaramuslim.com
Oleh Qosim Nursheha Dzulhadi *)
imageDalam situs pribadinya, Ulil Abshar-Abdallah menulis satu artikel tentang cara membaca Kitab “Suci” –baik Al-Qur’an maupun yang lainnya. ( Memahami Kitab-Kitab “Suci” secara non-apologetik ). Dalam artikelnya itu, Ulil menolak pembaca Kitab “Suci” secara apologetic. Karenanya dia mengusulkan bagaimana membaca kitab “suci” itu secara non-apologetik. Dia merasa terganggu oleh kalangan umat Islam yang banyak menunjukan kontradiksi dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Karena menurutnya, itu hanya usaha untuk menunjukkan kehebatan Al-Qur’an.

Artikel ini, hemat penulis, perlu dicermati karena menyangkut otentisitas Al-Qur’an. Selain itu, ada semacam usaha Ulil untuk “menyamakan” antara Al-Qur’an dengan kitab-kita agama lain –khususnya Bible.
Di sini akan penulis kutip beberapa pernyataan Ulil yang penting untuk dikritisi.
Di awal artikelnya, ulil menulis:
“SAYA sering terganggu oleh sikap beberapa kalangan Muslim apologetik yang dengan mudah menunjukkan adanya kontradiksi dalam Kitab Perjanjian Lama dan Baru. Dengan gigih sekali mereka mencoba memperlihatkan bahwa dalam dua kitab “suci” itu tersua sejumlah pertentangan internal.
(lagi…)

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.