Oleh : Idrus Ali
Setelah pristiwa 1 Juni 2008 dimonas FPI DAN AKKBB menjadi sorotan media masa, bahkan berkembang menjadi perseteruan antara FPI dan NU, tentu ini adalah hal yang seharusnya tidak boleh terjadi, dan tentunya yang paling dirugikan adalah kaum muslimin Indonesia, dan juga yang paling diuntungkan adalah mereka-mereka yang memiliki kepentingan, entah siapa, tapi yang jelas ada beberapa kejanggalan yang banyak orang tidak tahu, dan memang kebanyakan dari kita mendapat informasi dari media yang bernama tv, dan seperti kita ketahui bahwa tv akan menampilkan berita yang memiliki nilai komersial, atau sangat dimungkinkan ditunggangi oleh orang-orang yang memiliki kepentingan, entah itu isu bbm atau orang-orang kuffar atau juga budak-budak kuffar, yang ingin mempertontonkan islam di Indonesia tidak toleransi, karena ada pihak minoritas yang ditindas, dan sebagainya.
Kalau saja kita mau lebih teliti sedikit saja melihat peristiwa tersebut, pasti ada hal-hal yang melatar belakangi sehingga terjadinya bentrok fisik tersebut, seperti orasi yang menjelek-jelekan fpi dengan kalimat kasar, atau juga adanya anggota akkbb yang membawa senjata api dan menembakannya keatas, dan ternyata, merekapun berdemo tidak memiliki izin dari pihak kepolisian, saya tidak pernah mengatakan fpi tidak bersalah, juga pihak akkbb, dengan semangat berafiliasi kepada Islam yang mulia, ada beberapa hal yang ingin coba saya ketengahkan, pertama anarkisme.
Kita bisa sepakat bahwa anarkisme adalah, suatu tindakan yang merusak atau merugikan pihak lain, bisa berbentuk fisik ataupun non fisik, melihat pristiwa sebelumnya pristiwa unas dan trisakti itupun juga tindakan anarkisme, baik dilakukan oleh mahasiswa yang melempar batu, botol, bom molotop, membakar ban dijalan raya, dan lain-lain, juga pihak kepolisian yang merusak ruangan kampus, memecahkan kaca, merusak motor mahasiswa, korban luka-luka yang cukup banyak, dan lain-lain. Pertanyaannya kemudian adalah, kenapa presiden kita lebih bisa menunjukan ‘gigi taringnya’ ketika terjadi pristiwa monas dari pada pristiwa unnas dan trisakti?, ataukah mayoritas orang negri ini lebih bisa menghargai orang yang membela urusan perut dari pada orang yang membela aqidah islam?, atau juga memang aliran sesat ahmadiyah memiliki kekuatan asing yang cukup kuat, sampai-sampai duta besar amerika untuk indonesia ikut mengutuk tindakan anarkisme dimonas, padahal diwaktu yang sama kita bisa melihat tindakan anarkisme tentara amerika dan israel terhadap warga palestina, bahkan bayi-bayi, kaum wanita, orang yang tak berdaya pun jadi sasaran mereka yang katanya anti kekerasan.
Siapa sebenarnya yang menjadi biang kerok, sehingga terjadi hal yang tidak diinginkan bersama ini, ahmadiyah, ketidak tegasan pemerintah atas keputusan skb, atau anggota fpi yang yang mudah terprofokasi?, saya pikir semua memiliki andil akan terjadinya hal tersebut, namun ada sumber permasalahan yang tidak boleh kita lupakan atau kita remehkan yaitu adanya kelompok yang mengakui adanya nabi/rasul setelah Nabi Muhammad SAW, yaitu ahmadiyah.
Hal yang kedua yang cukup menarik untuk diketahui bersama adalah: Islam garis keras, disalah satu program metrotv, rizal malarangeng dengan programnya save our nation, mengatakan dengan menggebu-gebu dan yakin bahkan hakkul yakin, “sudah saatnya pemerintah membebaskan negri ini dari islam garis keras”, lalu siapa itu islam garis keras?, kalau ada islam garis keras lalu siap islam garis lunak, islam garis lembek, dll.
Ini adalah salah satu pendapat dari orang-orang yang tidak faham tentang islam atau termakan oleh gazwul fikri, dan yang pasti dan harus kita lakukan adalah memohon kepada Alloh SWT untuk selalu diberikan petunjuk agar bisa melihat kebenaran itu sebagai kebenaran dan keburukan itu benar benar bisa kita lihat sebagai keburukan, dan ada pesan dari Al-qur’an : “faida zaalmunafiqu binabaim fatabayyanu”, (apabila datang kepadamu orang munafik membawa berita, maka tabayunlah kamu).
wassalam.
Juni 5, 2008
FPI VS AKKBB ATAU PRO AHMADIYAH VS KONTRA AHMADIYAH?
No Comments Yet »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik