Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

Desember 31, 2007

APA ITU ILTIFAT?

Diarsipkan di bawah: Ilmu Al-Qur'an — iaaj @ 5:12 am

sumber www.alsofwah.or.id
Iltifat artinya mengalihkan Uslub (gaya bicara) dari satu arah ke arah yang lain.

Ada beberapa gambarannya, di antaranya:

1. Iltifat dari Uslub ghaib kepada Uslub mengajak bicara, seperti firman-Nya,

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ{2} الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ{3} مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ{4} إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ{5}

[Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (1) Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, (2) Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. (3) Yang menguasai hari pembalasan. (4) Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. (5)] (lagi…)

BEDA TAKWIL DENGAN HERMENEUTIKA

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam — iaaj @ 5:07 am

Fahmi Salim,MA
sumber www.insistnet.com

Belum lama ini terjadi pencekalan Prof Nasr Hamid Abu Zayd ketika akan tampil di seminar internasional yang diadakan oleh Universitas Islam Malang, Jawa Timur. Abu Zayd terkenal dengan metode hermeneutik, yaitu penafsiran Alquran dengan pendekatan linguistik, yang biasa digunakan untuk menginterpretasi Injil dengan menganalisis kondisi pengarangnya.
(lagi…)

JANGAN MENFITNAH BUYA HAMKA!

Diarsipkan di bawah: Adian Husaini,MA, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 5:06 am

Ditulis oleh Adian Husaini

Pekan lalu, sebuah berita gembira saya terima. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka Jakarta telah mendirikan sebuah pusat studi bernama ”Pusat Kajian Buya Hamka” (PKBH). Dalam rangka menyongsong peringatan 100 tahun Hamka, yang akan jatuh pada 17 Februari 2008, PKBH akan menerbitkan sebuah buku berjudul ”Mengenang 100 Tahun Buya Hamka”. Saya diminta berpartisipasi untuk menulis satu artikel dalam buku tersebut.
(lagi…)

MITOS-MITOS TENTANG PERAYAAN NATAL BERSAMA

Diarsipkan di bawah: Adian Husaini,MA, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 5:05 am

Ditulis oleh Adian Husaini
sumber www.insistnet.com

Pada tanggal 25 Desember 2007, saat sedang berada di Palembang, saya menerima banyak SMS yang bernada prihatin, bahwa Prof. Dr. Din Syamsuddin, selaku Ketua Umum PP Muhammadiyah, akan menghadiri acara Perayaan Natal Bersama (PNB) pada 27 Desember 2007. Selama di Palembang, saya tidak sempat mengecek kebenaran berita itu. Barulah pada Rabu (26 Desember 2007) pagi ini, saya sempat mengecek berita tersebut. Setelah menerima sebuah SMS tentang duduk cerita rencana kehadiran Din Syamsuddin dalam acara PNB tersebut, saya kemudian merasa perlu menulis artikel seputar PNB ini, untuk mengoreksi beberapa logika Din Syamsuddin. Sekitar tiga tahun lalu, pada 24 Desember 2004, saat tinggal di Kuala Lumpur, saya sudah menulis Catatan Akhir Pekan ke-83, dengan judul yang sama dengan artikel ini. (lagi…)

SELAMAT DATANG, PENDEKAR-PENDEKAR AL-AZHAR!

Diarsipkan di bawah: Adian Husaini,MA, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 5:03 am

Ditulis oleh Adian Husaini
sumber www.insistnet.com

Pada hari Sabtu (15 Desember 2007), INSISTS mengadakan acara tasyakkur atas kelulusan peneliti INSISTS, Fahmi Salim Zubair MA, sebagai master dalam bidang tafsir di Universitas al-Azhar Kairo. Pada 4 Desember 2007 lalu, Fahmi Salim dinyatakan lulus dengan predikat Summa Cum Laude (Penghargaan Tingkat Pertama), setelah berhasil mempertahankan Tesis-nya yang berjudul “KHITHABAT DA’WA FALSAFAT AL-TA’WIL AL-HERMENUTHIQI LI AL-QURAN; ‘ARDL WA NAQD” (Studi analitis-kritis diskursus filsafat Hermeneutika Al-Quran).
(lagi…)

Desember 25, 2007

Biografi Empat Pemimpin Dakwah Teladan

Diarsipkan di bawah: Karya Kita — iaaj @ 12:45 am

sumber www.dakwatuna.com

Dalam kamus dakwah ada adagium “ad-da’watu satamsyi binaa au bighoirina“, dakwah akan berjalan dengan kita atau tanpa kita. Dakwah merupakan jalan para nabi dan para rasul. Karenanya, akan terus mengalir dan berjalan sampai Islam tegak dan berkuasa di bumi Allah. Dan orang-orang yang terus berjalan bersama dakwah dan istiqamah menyampaikan Islam adalah orang-orang yang mulia. Mereka itu para dai yang mendapatkan petunjuk Allah dan karunia yang besar. Mereka itulah para qiyadah (pemimpin) dakwah dan mereka itulah yang memberikan keteladanan dalam dakwah. Sebaliknya, mereka yang berhenti dari jalan dakwah, tertipu olah gemerlapnya dunia, tidak berhak menyandang gelar sebagai dai, apalagi qiyadah dakwah. (lagi…)

Biografi Syaikhul Islam Ibn Taimiyah

Diarsipkan di bawah: Karya Kita — iaaj @ 12:37 am

IBNU TAIMIYAH

DA’I DAN MUJAHID BESAR
“Demi Allah, tidaklah benci kepada Ibnu Taimiyah melainkah orang yang bodoh atau pengikut hawa nafsu.”1)
Qodhinya para qadhi Abdul Bar As-Subky.
sumber www.annajiyah.or.id (lagi…)

Desember 24, 2007

HERMENEUTIKA DAN FUNDAMENTALISME

Diarsipkan di bawah: Adian Husaini,MA, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 12:33 am

Ditulis oleh Adian Husaini
sumber www.insistnet.com

Ahad (9/12/2007) lalu, di Solo, seorang mahasiswa pasca sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta memberi saya sebuah buku berjudul “Is Religion Killing Us? (Membongkar Akar Kekerasan dalam Bibel dan al-Qur’an)”. Sudah cukup lama saya memiliki edisi bahasa Inggris buku karya Jack Nelson-Pallmeyer tersebut. Banyak hal bisa dikritisi dari isi buku ini, karena penulisnya sudah menggugat kesucian teks Al-Quran. Misalnya, penulis berkesimpulan, bahwa ”Masalah Islam yang identik dengan kekerasan tidak hanya sebatas adanya ketidaksesuaian teks-teks, tetapi berakar pada banyaknya ayat-ayat dalam Qur’an yang melegitimasi kekerasan, peperangan dan intoleransi.” (hal. 165). (lagi…)

AL-QUR’AN EDISI KRITIS

Diarsipkan di bawah: Adian Husaini,MA, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 12:32 am

Ditulis oleh Adian Husaini
sumber www.insistnet.com

Seperti kita bahas dalam dua kali catatan sebelumnya, dalam acara Konferensi Tahunan tentang Studi Islam (ACIS) VII di Riau, 21-24 November 2007, kepada para peserta dibagikan buku murid Nasr Hamid Abu Zaid, yaitu Dr. Nur Kholish Setiawan, yang berjudul Orientalisme, Al-Quran, dan Hadis. Buku ini sebenarnya merupakan kumpulan karangan sejumlah akademisi di UIN Yogya, antara lain Dr. Sahiron Syamsuddin, yang juga alumnus salah satu studi Islam di Jerman. (lagi…)

PENCEKALAN ABU ZAYD

Diarsipkan di bawah: Seputar pemikiran islam — iaaj @ 12:31 am

Ditulis oleh Administrator
Drs. Avid Solihin, MM
Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia
sumber www.insistnet.com

Kehadiran Prof. Dr. Nasr Hamid Abu Zayd ke Indonesia kali ini mendapat penolakan keras dari umat Islam. Dua kali Abu Zayd gagal menjadi narasumber di forum akademis. Di Pekanbaru, Abu Zayd ditolak masyarakat Muslim untuk berbicara pada Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) VII, 21-24 Nopember lalu. Setelah itu, dia juga dibatalkan untuk tampil di seminar internasional yang diadakan di UNISMA Malang, walaupun telah mendarat di Surabaya. Sejumlah LSM liberal dan media cetak pun memprotes keras pencekalan ini. Bahkan menuduh MUI sebagai dalang di balik pembatalannya. MUI juga dikecam telah merampas kebebasan berpendapat dan melanggar HAM. Siapakah Abu Zayd? Kenapa dia mesti ditolak? (lagi…)

PEMBELOKAN MAKNA ACIS

Diarsipkan di bawah: Henry Salahuddin,MA, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 12:29 am

Ditulis oleh Henri Shalahuddin
sumber www.insistnet.com

Perhelatan Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) in Indonesia VII yang dilaksanakan di Pekanbaru, 21-24 November baru saja usai. Konferensi tahunan ini mengangkat tema ‘Konstribusi ilmu-ilmu keislaman dalam menyelesaikan masalah-masalah kemanusiaan pada millenium ketiga’ dan terlaksana atas kerja sama Direktorat Pendidikan Tinggi Islam Departemen Agama RI dan UIN Suska Riau. (lagi…)

ABU ZAYD PUN GAGAL KE MALANG

Diarsipkan di bawah: Adian Husaini,MA, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 12:27 am

Ditulis oleh Adian Husaini
sumber www.insistnet.com

Setelah ditolak umat Islam Riau, Nasr Hamid Abu Zayd akhirnya gagal juga hadir dalam Konferensi Internasional di Unisma (Unversitas Islam Malang), 27-29 November 2007. Padahal, seperti disebutkan dalam siaran pers MUI Riau, kehadiran Abu Zayd di Malang sudah diinformasikan oleh Direktur Perguruan Tinggi Departemen Agama, Prof. Dr. Abdurrahman Masud saat acara pembukaan Konferensi Studi Islam Tahunan (Annual Conference on Islamic Studies/ACIS) VII di Pekanbaru, 21 November 2007 lalu. (lagi…)

Desember 13, 2007

Apa dan Bagaimana Studi Islam di Barat

Diarsipkan di bawah: DR.Daud Rasyid,MA, Seputar pemikiran islam — iaaj @ 5:23 am

DR. Daud Rasyid, M.A.
sumber www.alislamu.com

Tatkala terjadi perubahan Menteri Agama dari Munawir Sjadzali kepada Tarmidzi Taher, maka salah satu persoalan penting yang dinanti-nanti banyak orang jawabannya, paling tidak oleh TEMPO, ialah soal pengiriman sarjana dan dosen IAIN untuk belajar Islam ke Barat. Soalnya, program ini boleh dikata adalah program Munawir yang sampai saat itu telah mengirimkan sekitar 200 sarjana IAIN ke berbagai universitas di Barat. Katanya, diharapkan pada akhir pelita itu, Indonesia punya 34 doktor dan 88 master di bidang keagamaan. (TEMPO 3/4). Dalam laporan itu, banyak sekali diungkap kehebatan-kehebatan belajar di Barat. Tetapi, ada semacam sikap yang kurang fair, yang seakan-akan memperalat Pak Rasjidi untuk melegitimasi “kebijakan” itu. Seolah-olah Pak Rasjidi sepenuhnya setuju dengan program belajar Islam ke Barat. Hal itu didasarkan hanya karena ia pernah memberikan semacam rekomendasi kepada harun Nasution untuk belajar di Mc. Gill. Jelas kesimpulan seperti ini keliru. (lagi…)

Tulisan yang Lebih Tua »

Blog pada WordPress.com.