oleh : administrator insist
Hidup tanpa toleransi sangat tidak mungkin. Tapi toleransi bukan pluralisme. Sebab, pluralisme
agama, justru
musuhnya agama-agama. Kesimpulan ini disampaikan oleh Dr. Anis Malik Toha, dosen perbandingan agama di (lagi…)
oleh : administrator insist
Hidup tanpa toleransi sangat tidak mungkin. Tapi toleransi bukan pluralisme. Sebab, pluralisme
agama, justru
musuhnya agama-agama. Kesimpulan ini disampaikan oleh Dr. Anis Malik Toha, dosen perbandingan agama di (lagi…)
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
——————————————————————————–
*Bab ini menjelaskan bukti lain yang menunjukkan kebatilan syirik dan hanya Allah yang berhak dengan segala macam ibadah. Karena apabila para malaikat, sebagai makhluk yang amat perkasa dan paling kuat, bersimpuh sujud di hadirat Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar tatkala mendengar firman-Nya, maka tiada yang berhak dengan ibadah, puja dan puji, sanjungan dan pengagungan kecuali Allah.
Firman Allah Ta’ala (artinya):
“… Sehingga apabila telah dihilangkan rasa takut dari hati para malaikat itu, mereka bertanya: “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab: “(perkataan) yang benar.” Dan Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Saba’: 23) (lagi…)
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
——————————————————————————–
Firman Allah Ta’ala:
“Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman mereka dengan kedhaliman (syirik) mereka itulah orang-orang yang mendapat ketenteraman dan mereka itu adalah orang-orang yang menepati jalan hidayah.” (Al-An’am: 82)
Iman yaitu ucapan hati dan lisan yang disertai dengan perbuatan, diiringi dengan ketulusan niat Lillah dan dilandasi dengan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (lagi…)
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
——————————————————————————–
Firman Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang menjadi teladan, senantiasa patuh kepada Allah dan menghadapkan diri (hanya kepada-Nya); dan sama sekali ia tidak pernah termasuk orang-orang yang berbuat syirik (kepada Allah).” (An-Nahl: 120)
“Dan orang-orang yang mereka itu tidak berbuat syirik (sedikitpun) kepada Tuhan mereka.” (Al- Mu’minun: 59) (lagi…)
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
——————————————————————————–
Firman Allah Ta’ala:
“Aku menciptakan jin dan manusia, tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariat: 56).
Ibadah ialah penghambaan diri kepada Allah Ta’ala dengan mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan inilah hakekat agama Islam, karena Islam maknanya ialah penyerahan diri kepada Allah semata-mata yang disertai dengan kepatuhan mutlak kepada-Nya dengan penuh rasa rendah diri dan cinta. (lagi…)
sumber: www.irib.ir
Saudara, selamat bersua kembali dalam rangkaian acara yang membahas gerakan misionaris Kristen di negara-negara Islam. Pada pertemuan yang lalu, kami sudah menyampaikan pembahasan alasan kerjasama antara gerakan misionaris dan imperialisme berakar dari Perang Salib dan kedengkian mereka atas kemajuan peradaban Islam yang sangat pesat. Pada pertemuan ketiga ini, kita akan membahas akibat-akibat kehadiran misionaris di negara-negara Islam. (lagi…)
sumber: www.irib.ir
Pada bagian pertama acara ini, telah disebutkan proses masuknya misionaris Kristen bersama tentara imperialis Eropa ke negara-negara timur, termasuk negara-negara Islam, untuk menyampaikan ajaran agama mereka. Aktivitas dan kinerja misionaris ini bisa disebut sebagai bantuan terhadap imperialis. Kini timbul pertanyaan, faktor apakah yang menyebabkan gerakan misionaris ini bekerjasama dengan imperialisme di negara-negara Islam?
(lagi…)
sumbe : www.irib.ir
Di antara realitas dan berita mengenai negara-negara Islam, adakalanya kita bertemu dengan masalah yang memang penting dan layak untuk diperhatikan. Kehadiran dan aktivitas misionaris agama di negara-negara Islam merupakan salah satu topik penting yang beberapa waktu lalu menjadi pembahasan dalam media massa di negara-negara ini. (lagi…)
oleh : Adnin Armas, Ma
Dengan menggunakan biblical criticism sebagai framework untuk mengkaji AI-Qur’an, maka para sarjana Barat menggugat Mushaf ‘Uthmani yang selama ini diyakini kebenarannya oleh kaum Muslimin. Di bawah ini akan dikemukakan secara detil bagaimana metode kritis historis yang sudah mapan di dalam studi Bibel diterapkan ke dalam studi Al-Qur’an.
Banyak sekali pemahaman-pemahaman jama’ah LDII yang sangat jauh menyimpang dan menyesatkan. Berikut kami paparkan beberapa
penyimpangan dan kesesatan pemahaman jama’ah LDII sebagai penerang atau penjelasan lebih detail semoga dapat bermanfaat terutama bagi mereka yang sedang bingung dan ragu karena dibujuk oleh kelompok sesat ini. semoga kaum Muslimin akan memahami dan berhati-hati terhadap bujukan dan rayuan berbagai macam aliran yang menyimpang. (lagi…)
Naufal
Pokok-pokok doktrin yang dapat menjebak orang-orang awam:
Sistem Ilmu Manqul Musnad Muttasil (system belenggu otak/system Brain Washing) melalui disiplin pengajian dengan ilmu agama pemahaman/ buatan sendiri, terus menerus digencarkan dengan metode (CBSA tradisional yang canggih) yaitu Sorongan Bandongan Qur’an Hadits Jama’ah (jama’ah Qur’an Hadits), yaitu Qur’an dan Hadits yang manqul dari sang amir Madigol Jawa Timur.
(lagi…)
Tanya
Assalamu’alaikum wr. wb.
Pak Ustadz yang dirahmati Allah, Apakah bedanya jin,setan,iblis ? apakah mereka makhluk yang berbeda-beda ? apakah pengakuan jin seperti yang ada dalam buku ‘dialog dengan jin’ karya mohammad isa daud atau yang sejenisnya boleh kita percayai mengingat dari mereka kebanyakan suka menipu manusia ?
Terima kasih.
(lagi…)
Kutipan:
JIL: Gus, ada yang berpendapat dengan adanya RUU APP dan sejumlah perda-perda syariat, Indonesia akan ‘diarabkan’. Apa Gus Dur setuju dengan pendapat itu?
Iya betul, saya setuju dengan pendapat itu. Ada apa sih sekarang ini? Ngapain kita ngelakuin gituan. Saya juga bingung; mereka menyamakan Islam dengan Arab. Padahal menurut saya, Islam itu beda dengan Arab. Tidak setiap yang Arab itu mesti Islam. Contohnya tidak usah jauh-jauh. Semua orang tahu bahwa pesantren itu lembaga Islam, tapi kata pesantren itu sendiri bukan dari Arab kan? Ia berasal dari bahasa Pali, bahasa Tripitaka, dari kitab agama Buddha. (lagi…)