TAQDIM
Akhir-akhir ini, kita sering mendengar ada beberapa khatib dan penulis yang membawakan hadits tentang tujuh puluh dua golongan umat Islam masuk neraka dan satu golongan umat Islam masuk surga adalah hadits lemah, dan yang benar kata mereka adalah tujuh puluh dua golongan masuk surga dan satu golongan saja yang masuk neraka, yaitu golongan zindiq. Mereka melemahkan hadist tersebut karena tiga hal : (lagi…)
Juni 14, 2007
Kedudukan Hadits Tujuh Puluh Dua Golongan Umat Islam
Asas Kebangkitan Dunia Islam
KATA PENGANTAR
Tulisan dibawah ini merupakan jawaban dari pertanyaan pernah yang dilontarkan kepada Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani rahimahullah di majalah Al-Ashalah, edisi 11, tgl. 15 Dzulhijjah 1414 H, dan pernah dimuat di majalah As-Sunnah edisi 13/II/1416 H. Kami mengangkatnya kembali di ML assunnah karena berhubungan dengan ilmu, tentunya dengan ijin dari penerjemah. (lagi…)
Hukum Meriwayatkan Hadits Maudlu’/Palsu
Abdul Hakim bin Amir Abdat
——————————————————————————–
“Man haddatsaa ‘Annii (wafii riwaayatin : Man rawaa ‘Annii) Bihadiitsiy-yura (wafii lafdzin : yara) Annahu Kadzibbin, Fahuwa Ahadul-Kadzibiina (wafii lafdzin :Al-Kadzibayini)”
“Barangsiapa yang menceritakan dariku (dalam riwayat yang lain : meriwayatkan dariku) satu hadist yang ia sangka (dalam satu lafadz : yang ia telah mengetahui) sesungguhnya hadits tersebut dusta/palsu, maka ia termasuk salah seorang dari para pendusta (dalam satu lafadz : dua pendusta)” (lagi…)
Tidak Dibenarkan Meminta Allah Sebagai Perantara Kepada Makhluk-Nya
Diriwayatkan dari Jubair bin Muth’im bahwa ada seorang badui datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam seraya berkata: “Ya Rasulullah! Orang-orang kehabisan tenaga, anak-bini kelaparan dan harta benda musnah. Maka mintalah siraman hujan untuk kami kepada Tuhanmu. Sungguh, kami meminta Allah sebagai perantara kepadamu dan kami memintamu sebagai perantara kepada Allah.” Ketika itu, bersabdalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam:
“Subhanallah, Subhanallah.” Beliau pun tetap bertasbih sampai tampak pada raut muka para sahabat (perasaan takut karena kemarahan beliau). Kemudian beliau bersabda: “Kasihanilah dirimu. Tahukah kamu siapakah Allah itu? Sungguh, kedudukan Allah jauh lebih Agung daripada yang demikian itu. Sesungguhnya, tidak dibenarkan Allah diminta sebagai perantara kepada siapapun dari makhluk-Nya…” dan seterusnya. (HR Abu Dawud) (lagi…)
Sikap Berlebihan Terhadap Kuburan Orang-orang Shaleh, Akan Menjadikannya Sebagai Berhala Yang Disembah Selain Allah
Imam Malik meriwayatkan dalam Al-Muwaththa’ bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ya Allah! Janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala yang disembah. Allah sangat murka kepada orang-orang yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah.”
(lagi…)
Tentang Ruqyah Dan Tamimah
Diriwayatkan dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Basyir Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu bahwa dia pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam salah satu perjalanan beliau, lalu beliau mengutus seorang utusan (untuk memaklumkan): “Supaya tidak terdapat lagi di leher unta kalung dari tali busur panah atau kalung apapun, kecuali harus diputuskan.”
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menuturkan: Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya ruqyah, tamimah, dan tiwalah adalah syirik.” (HR Imam Ahmad dan Abu Dawud) (lagi…)
Da’wah Kepada Syahadat “Laa ilaha illa Allah”
Firman Allah Ta’ala:
“Katakanlah: Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) hanya kepada Allah dengan penuh pengertian dan keyakinan. Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang berbuat syirik (kepada-Nya).” (Yusuf: 108) (lagi…)
Termasuk Syirik: Isti’adzah (Meminta Perlindungan) Kepada Selain Allah
Firman Allah Ta’ala (artinya):
“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin, maka jin-jin itu pun menambah dosa bagi mereka.” (Al-Jin: 6)
Khaulah binti Hakim menuturkan: (lagi…)
Keistimewaan Tauhid dan Dosa-dosa yang Diampuni Karenanya
Firman Allah Ta’ala:
“Orang-orang yang beriman dan tidak menodai iman mereka dengan kedhaliman (syirik) mereka itulah orang-orang yang mendapat ketenteraman dan mereka itu adalah orang-orang yang menepati jalan hidayah.” (Al-An’am: 82) (lagi…)
MEMPERTUHANKAN ULAMA DAN UMARA
“Barangsiapa Mentaati Ulama dan Umara’ Dalam Mengharamkan Apa Yang Dihalalkan Allah, Atau Menghalalkan Apa Yang Diharamkan Allah, Berarti Ia Telah Mempertuhankan Mereka”
(lagi…)
KUNCI KEBAHAGIAAN
Jika Anda ber-ma’rifat kepada ALLAH SWT, menyucikan-Nya, beribadah kepada-Nya dan menempatkan-Nya sebagai Illah, sementara Anda berada di dalam sebuah gubuk, niscaya Anda akan mendapatkan kebaikan, kebahagiaan, ketenangan, dan rasa damai. (lagi…)
HAKIKAT KEHIDUPAN DUNIA
Ukuran kebahagiaan itu ada dalam Kitab ALLAH SWT yang agung, dan takaran dari segala sesuatu itu ada dalam kualitas dzikir kepada Yang Maha Berpijak. Dialah yang menetapkan segala sesuatu, nilai dan balasannya kepada hamba, baik ketika masih di dunia maupun ketika di akhirat kelak. (lagi…)
SEBAIK BAIK TEMAN ADALAH BUKU
Di antara sebab kebahagiaan adalah meluangkan waktu untuk mengkaji, menyempatkan dir untuk membaca, dan mengembangkan otak dengan hikmah-hikmah. (lagi…)