Memuat berita yang memihak kepada ISLAM

Maret 31, 2007

Aneka Madharat Kemunkaran & Ashobiyah

Diarsipkan di bawah: Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 12:48 am

“Alaisa minkum rojulun rasyiid?”

“Tidak adakah di antara kamu sekalian itu seorang laki-laki yang berakal?”

Demikianlah keluhan Nabi Luth ‘alaihis salam (dalam Al-Qur’an Surat Huud/ 11: 78) terhadap kaumnya yang tidak tahu diri, yang mendatangi rumah Nabi Luth dengan maksud ingin menghomo seks tamu-tamu Nabi Luth. Padahal sebenarnya tamu-tamu itu adalah para malaikat yang mengabarkan akan datangnya adzab Allah SWT terhadap kaum Nabi Luth as. Karena kaum itu menantang aturan Allah SWT dan mengerjakan perbuatan-perbuatan yang keji yaitu liwath atau homoseks atau sodomi. (lagi…)

Matinya Fir’aun & Kacaunya Pemikiran Model Bani Israel

Diarsipkan di bawah: Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 12:47 am

“Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka; hingga bila Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia: “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”.
(lagi…)

Kristenisasi Menghina Islam

Diarsipkan di bawah: Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 12:46 am

Ketika orde baru pimpinan Soeharto berjaya, banyak pejabat yang tak mau tahu bila diberi tahu tentang kristenisasi dan pemurtadan terjadi di mana-mana di pelosok penjuru Indonesia. Tetapi setelah dikeluarkan buku “Fakta dan Data” (kumpulan laporan dari Majalah Media Dakwah), semua pihak terperangah dan yakin bahwa pihak misionaris zending telah bekerja keras memurtadkan ummat Islam secara membabi buta.
(lagi…)

Perusakan Islam Lewat Bahasa

Diarsipkan di bawah: Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 12:45 am

Islam menjadi sasaran perusakan yang dilakukan orang dengan berbagai cara. Ada yang mendirikan lembaga pendidikan/ pengkajian tetapi tujuannya demi pendangkalan Islam atau tasykik (membuat keragu-raguan).

Ada yang mengkutak-kutik istilah Islam yang sudah baku untuk diselewengkan maknanya.
(lagi…)

IBNU ARABI DIHUKUMI KAFIR

Diarsipkan di bawah: Ust. Hartono Ahmad Jaiz — iaaj @ 12:42 am

Ajaran Ibnu Arabi yang sangat menyimpang dari Islam itu banyak mempengaruhi ummat Islam. satu segi karena syair-syair bahkan kata-kata yang dituduhkan sebagai Hadits (padahal palsu) dibuat dengan ungkapan yang mudah dihafal dan enak didengar. Segi yang lain, karena ummat Islam merasa perlu menghormati Nabi SAW sedemikian rupa, sedangkan syair-syair dan adat yang disebarkan justru banyak yang berbau ajaran tasawwuf model Ibnu Arabi.
(lagi…)

Maret 2, 2007

MELURUSKAN BUDAYA KAUM MUSLIMIN

Diarsipkan di bawah: DR.Yusuf Al-Qhordowy — iaaj @ 9:39 am

YANG terpenting dan yang lazim pada hari ini dalam mendidik dan membekali pemahaman ajaran agama terhadap kaum Muslimin ialah memberikan pengetahuan kepada mereka apa yang patut mereka kerjakan terlebih dahulu dan apa yang mesti mereka akhirkan; serta apa yang seharusnya disingkirkan dari budaya kaum Muslimin.
(lagi…)

MENGUBAH FATWA KARENA PERUBAHAN WAKTU DAN TEMPAT

Diarsipkan di bawah: DR.Yusuf Al-Qhordowy — iaaj @ 9:38 am

PENGAMBILAN tindakan yang mudah juga dianjurkan dalam hal berikut ini. Pentingnya pengetahuan tentang perubahan kondisi manusia, baik yang terjadi karena perjalanan waktu, perkembangan masyarakat, maupun terjadinya hal-hal yang sifatnya darurat, sehingga para ahli fiqh yang biasanya mengeluarkan fatwa harus mengubah fatwa yang telah lalu untuk disesuaikan dengan perubahan zaman, tempat, tradisi dan kondisi masyarakatnya; berdasarkan petunjuk para sahabat dan apa yang pernah dilakukan oleh para khulafa rasyidin, suri tauladan yang kita disuruh untuk mengambil petunjuk dari ’sunnah’ mereka dan berpegang teguh kepadanya. Yaitu sunnah yang sesuai dengan sunnah Nabi saw dan dapat diterima oleh al-Qur’an; sebagaimana yang pernah kami jelaskan dalam risalah kecil kami yang berjudul ‘Awamil al-Sa’ah wa al-Murunah fi al-Syari’ah al-Islamiyyah (Faktor-faktor Keluasan dan Keluwesan dalam Syariat Islam). (lagi…)

PRIORITAS IJTIHAD ATAS TAQLID

Diarsipkan di bawah: DR.Yusuf Al-Qhordowy — iaaj @ 9:36 am

PEMBAHASAN mengenai prioritas ijtihad dan pembaruan atas pengulang-ulangan dan taqlid, berkaitan erat dengan fiqh maksud dan tujuan syari’ah seperti yang telah kami bahas di muka, serta berkaitan pula dengan masalah pemahaman dan hafalan.

Ilmu, menurut para ulama salaf umat ini, bukan sekadar pengetahuan tentang hukum, walaupun diperoleh dari hasil taqlid kepada orang lain atau mengutip perkataannya dengan tidak memiliki hujjah yang memuaskan. Dengan kata lain, dia mengetahui kebenaran melalu orang lain, dan mengikuti pendapat orang banyak yang tidak berdalil. (lagi…)

PRIORITAS MAKSUD DAN TUJUAN ATAS PENAMPILAN LUAR

Diarsipkan di bawah: DR.Yusuf Al-Qhordowy — iaaj @ 9:34 am

DI ANTARA persoalan yang termasuk di dalam fiqh prioritas ini ialah tujuan. Yakni menyelami pelbagai tujuan yang terkandung di dalam syari’ah, mengetahi rahasia dan sebabsebabnya, mengaitkan antara satu sebab dengan sebab yang lain, mengembalikan cabang kepada pokoknya, mengembalikan hal-hal yang parsial kepada yang universal, dan tidak menganggap cukup mengetahui penampakan dari luar, serta jumud di dalam memahami nash-nash syari’ah tersebut. (lagi…)

PRIORITAS ILMU ATAS AMAL

Diarsipkan di bawah: DR.Yusuf Al-Qhordowy — iaaj @ 9:29 am

DI ANTARA pemberian prioritas yang dibenarkan oleh agama ialah prioritas ilmu atas amal. Ilmu itu harus didahulukan atasamal, karena ilmu merupakan petunjuk dan pemberi arah amal yang akan dilakukan. Dalam hadits Mu’adz disebutkan, “ilmu, itu pemimpin, dan amal adalah pengikutnya.”
(lagi…)

KEBUTUHAN UMAT KITA SEKARANG AKAN FIQH PRIORITAS

Diarsipkan di bawah: DR.Yusuf Al-Qhordowy — iaaj @ 9:27 am

Kacaunya Timbangan Prioritas pada Umat

Apabila kita memperhatikan kehidupan kita dari berbagai sisinya –baik dari segi material maupun spiritual, dari segi pemikiran, sosial, ekonomi, politik ataupun yang lainnya– maka kita akan menemukan bahwa timbangan prioritas pada umat sudah tidak seimbang lagi.
(lagi…)

MEMBEDAKAN ANTARA KEKUFURAN, KEMUSYRIKAN, DAN KEMUNAFIQAN YANG BESAR DAN YANG KECIL

Diarsipkan di bawah: DR.Yusuf Al-Qhordowy — iaaj @ 9:24 am

SATU hal yang sangat penting di sini ialah kemampuan untuk membedakan tingkat kekufuran, kemusyrikan, dan kemunafiqan. Setiap bentuk kekufuran, kemusyrikan dan kemunafiqan ini ada tingkat-tingkatnya.

Akan tetapi, nash-nash agama menyebutkan kekufuran, kemusyrikan, dan kemunafiqan hanya dalam satu istilah, yakni kemaksiatan; apalagi untuk dosa-dosa besar. Kita mesti mengetahui penggunaan istilah-istilah ini sehingga kita tidak mencampur adukkan antara berbagai istilah tersebut, sehingga kita menuduh sebagian orang telah melakukan kemaksiatan berupa kekufuran yang paling besar (yakni ke luar dari agama ini) padahal mereka sebenarnya masih Muslim. Dengan menguasai penggunaan istilah itu, kita tidak menganggap suatu kelompok orang sebagai musuh kita, lalu kita menyatakan perang terhadap mereka, padahal mereka termasuk kelompok kita, dan kita juga termasuk dalam kelompok mereka; walaupun mereka termasuk orang yang melakukan kemaksiatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Untuk menangani masalah ini sebaiknya kita mengaca pada peribahasa Arab: “Hidungmu adalah bagianmu, walaupun hidung itu pesek.”
(lagi…)

Blog pada WordPress.com.